Peneliti Temukan Patung Manusia Berusia 8.400 Tahun di Sebuah Gua Purba, Ukurannya Mungil Bentuknya Unik

Temuan tersebut menandai patung manusia Mesolitikum pertama yang dikonfirmasi di Kaukasus Selatan.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Peneliti Temukan Patung Manusia Berusia 8.400 Tahun di Sebuah Gua Purba, Ukurannya Mungil Bentuknya Unik
temuan patung dari batu di gua azerbaijan (Yoshihiro Nishiaki)

Patung batu tersebut ditemukan di sebuah Gua Damjili yang berlokasi di Azerbaijan. Patung ini memiliki ukuran panjang 51 milimeter dan lebar 15 milimeter, serta bentuknya yang oval memanjang. Garis-garis yang diukir di permukaannya menunjukkan ciri wajah, rambut, pakaian, hingga topi.

Tim peneliti mengatakan penemuan ini mengungkap sejarah transisi budaya dari periode Mesolitikum ke Neolitikum. Sebuah patung manusia dari batu kecil yang diukir ribuan tahun lalu.

Temuan tersebut menandai patung manusia Mesolitikum pertama yang dikonfirmasi di Kaukasus Selatan. Memberikan wawasan berharga tentang simbolisme dan seni manusia kuno.

Yoshihiro Nishiaki, penulis utama penelitian ini menyatakan bahwa patung ini sudah ada sebelum diperkenalkannya tradisi Neolitikum di wilayah tersebut. Desainnya unik, berbeda dari patung-patung Periode Neolitikum. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan penting tentang praktik simbolis dan budaya masyarakat yang tinggal di sana sekitar 6.400 SM.

Tidak seperti patung-patung tanah liat dari periode Neolitikum, patung Damjili terbuat dari batu. Memiliki ukuran panjang 51 milimeter dan lebar 15 milimeter, serta bentuknya yang oval memanjang. Garis-garis yang diukir di permukaannya menunjukkan ciri wajah, rambut, dan pakaian, meskipun dalam bentuk yang sangat bergaya.

Salah satu ciri yang paling mencolok adalah garis-garis vertikal di bagian kepala, diperkirakan menggambarkan rambut pendek atau poni dan pola melingkar di bagian atas menggambarkan ikat kepala atau topi.

Bagian bawah patung tersebut memiliki garis-garis horizontal yang membentuk seperti ikat pinggang, dengan garis-garis vertikal memanjang ke bawah, menyerupai celemek. Tidak seperti patung Neolitikum lainnya, patung ini tidak menampilkan ciri-ciri tubuh secara berlebihan seperti bentuk dada atau pinggul, sehingga sulit dikenali jenis kelaminnya.

Arkeolog menekankan patung ini adalah artefak unik di wilayah tersebut. Meskipun beberapa ukiran batu Mesolitikum telah ditemukan berupa patung-patung portable yang sangat langka di Gobustan (situs di dekat Laut Kaspia).

Seni simbolik sudah ada di wilayah tersebut sebelum budaya Neolitikum

Desain dan pengerjaan patung menunjukkan bahwa patung tersebut bukan bagian dari tradisi Neolitikum, karena jika dilihat dari cara hidup, Neolitikum terkenal dengan pembuatan tembikar dan produksi patung tanah liat.

Meskipun tujuan pasti patung tersebut masih belum jelas, peneliti memaknai patung tersebut sebagai makna spiritual, ritualistik, atau sosial. Beberapa ahli percaya bahwa patung tersebut digunakan dalam upacara, sementara ahli yang lain berpendapat bahwa patung tersebut merupakan simbol pribadi atau budaya.

Peneliti melakukan analisis sinar-X dan mikroskop elektron pemindaian (SEM) untuk memeriksa keaslian patung dan metode ukirannya. Pengujian ini mengungkap bahwa ukiran tersebut sengaja diukir menggunakan peralatan batu, yang mengonfirmasi asal-usul artefak tersebut dari Zaman Mesolitikum.

Reporter magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi