Pemungutan Suara Pemilu 2019 di Suriah Berjalan Lancar

Minggu, 14 April 2019 15:24 Reporter : Tim Merdeka
Pemungutan Suara Pemilu 2019 di Suriah Berjalan Lancar Pemungutan suara Pemilu 2019 di Suriah. ©KBRI Damaskus

Merdeka.com - Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Damaskus, Suriah, pada Sabtu (13/4) telah menyelenggarakan pencoblosan serentak bagi WNI yang berada di negara tersebut. Warga Indonesia di Suriah memberikan hak pilih untuk menentukan presiden dan wakilnya, serta anggota DPR RI Dapil II Jakarta dengan mekanisme mendatangi tempat pemungutan suara (TPS).

Pemilu diawali dengan pengambilan sumpah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN), dilanjutkan dengan pembukaan kotak suara yang berisi 91 surat suara untuk masing-masing pemilihan presiden dan wakil Presiden, pemilihan anggota DPR Dapil II Jakarta, juga logistik penyelenggaraan pemilu lainnya.

Selain itu, pembukaan Pemilu 2019 disaksikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Damaskus, PPLN Damaskus, dan masyarakat Indonesia di Suriah. Untuk TPS, dibuka di aula KBRI Damaskus.

"Syukur alhamdulillah, pada hari ini acara pencoblosan di TPS-01 Damaskus berjalan lancar dan tertib. Masyarakat Indonesia, termasuk para pelajar, sangat antusias memberikan suaranya untuk Indonesia yang lebih baik," tutur KUAI KBRI Damaskus, Andri Noviansyah dalam keterangan tertulisnya.

Usai menggunakan hak suaranya di TPS-01 Damaskus, WNI berkesempatan menikmati sajian masakan Indonesia. Setelah pencoblosan selesai, seluruh surat suara yang masuk akan dihitung secara serentak pada Rabu, 17 April 2019 di ruang serbaguna KBRI Damaskus, Suriah.

Lima hari sebelumnya, pada 8 April 2019, KPPSLN KSK (Kotak Suara Keliling) telah menyelenggarakan Pemilu untuk WNI yang tinggal di Latakia dan Aleppo.

WNI di Suriah, yang sebagian besar merupakan pekerja migran dan pelajar, secara antusias dan bersuka ria menyampaikan aspirasinya melalui metode TPS di Damaskus, serta KSK di Latakia dan Aleppo.

Sementara itu, sebanyak 192 WNI di Suriah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Dari jumlah tersebut, 124 orang atau sekitar 64 persen telah menggunakan hak pilihnya.

Menurut Ketua PPLN, Priyanto Mawardi, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya melalui KSK-01 Latakia (360 km dari ibu kota Damaskus, bagian barat daya Suriah) mencapai 100 persen. Sedangkan di KSK-02 Aleppo (410 km bagian utara Suriah) --yang ditempuh melalui perjalanan darat dan sebagian besar masih dianggap daerah konflik-- mencapai 50 persen.

Diperkirakan sebagian WNI yang tidak dapat menyampaikan aspirasinya itu dikarenakan situasi dan kondisi setempat yang kurang memungkinkan mereka mendatangi TPS. Sejumlah pelajar Indonesia di Suriah, yang sebagian besar merupakan pemilih pemula, menyampaikan harapan agar para calon terpilih dapat memimpin Indonesia dengan amanah, menyejahterakan bangsa, menjaga persatuan.

Mereka juga berharap para pemimpin terpilih dapat menjadikan Indonesia negara yang bermartabat, pusat peradaban dunia dan ilmu pengetahuan, memberikan beasiswa kepada pelajar Indonesia ke luar negeri, tidak menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, dan mampu mewujudkan perdamaian dunia.

Reporter: Afra Augesti
Sumber: Liputan6 [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini