Mosul digempur, Turki siap tampung pengungsi Irak
Merdeka.com - Pemerintah Turki mengaku siap menampung warga Irak yang melarikan diri dari Kota Mosul, usai pasukan militer gabungan menggempur kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
"Jika operasi Mosul dilakukan dengan benar, maka pasti tidak akan membuat gelombang pengungsi ke Turki. Namun, jika ada yang salah dalam operasi itu dan gagal, pasti mereka (pengungsi) akan lari ke tempat yang dekat dan aman, seperti Turki. Kami akan siap menampung," ujar Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/10).
Badan pengungsi PBB, UNHCR, memperkirakan sekitar 100 ribu warga Irak melarikan diri dari operasi militer pemerintah Irak di Kota Mosul. UNHCR memperkirakan warga Irak melarikan diri ke Suriah atau Turki, sebagai negara terdekat.
Lembaga PBB ini sedang mengumpulkan dana tambahan sebesar USD 61 juta (setara Rp 794,6 miliar) untuk menyediakan tenda, kamp, pakaian musim dingin dan kompor bagi para pengungsi tersebut.
"UNHCR prihatin operasi di Mosul dapat menyebabkan hingga 100 ribu warga Irak dan mengungsi ke Suriah atau Turki," ujar UNHCR melalui keterangan tertulis.
Dalam pernyataan tersebut, UNHCR mengatakan pihaknya sudah bersiap-siap di Suriah saat ini.
Pasalnya sejak kemarin, militer Irak yang didukung pasukan udara dan darat dari koalisi pimpinan Amerika Serikat, menggempur Mosul untuk merebut kembali kota tersebut dari ISIS. Pasalnya sejak kemarin, militer Irak yang didukung pasukan udara dan darat dari koalisi pimpinan Amerika Serikat, menggempur Mosul untuk merebut kembali kota tersebut dari ISIS.
Sebelum direbut ISIS, Mosul dihuni oleh lebih dari 2 juta orang. Dan saat ini, masih terdapat sekitar 1 juta warga yang tinggal di kota itu. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya