Misteri mosaik berusia 1.700 tahun yang ditemukan ketika penggalian di Provinsi Amasya, Turki utara 11 tahun lalu akhirnya terpecahkan.
Pada mosaik Romawi itu ada gambar sosok dewa memakai kalung medali dengan tulisan Yunani ‘KTI – CIC’ dan ‘ΠAPEM – BOΛH’.
Tulisan itu ternyata diketahui melambangkan unit militer Romawi.
Dilansir Arkeonews, mosaik setinggi 80 meter itu ditemukan pada 2013 selama penggalian yang dilakukan oleh otoritas Museum Amasya di dekat sebuah sekolah menengah di pintu masuk kota.
Mosaik yang bergambar dua sosok bertuliskan ‘KTI – CIC’ dan ‘?APEM – BO?H’ dan berbagai bentuk geometris itu kemudian ditutup dan dilindungi setelah pemeriksaan terperinci.
Direktur Museum Amasya Celal Özdemir mengatakan, “Medali di yang ada di tengah memberikan nama mosaik. Dalam penelitian kami, terdapat ungkapan Yunani ‘ΠAPEM-BOΛH’ di sekitar sosok Dewa Priapos. Ungkapan ini melambangkan unit militer Parem-Bole.”
Advertisement
Ibu Kota penting Helenistik
Mitologi Yunani menggambarkan Priapus, yang juga dieja Priapos, sebagai dewa kesuburan yang menjaga alat kelamin pria, buah-buahan, sayur-sayuran, dan ternak.
Dewa Romawi Priapus disembah selama masa Helenistik, periode setelah Yunani klasik dan munculnya Kekaisaran Romawi.
“Mosaik milik unit militer Romawi atau batalion yang terkait dengan legiun belum pernah ditemukan sebelumnya di Anatolia. Penelitian menunjukkan mosaik ini cukup unik,” kata Ozdemir.
Mengingat Amasya merupakan salah satu permukiman penting Ottoman dan Seljuk, dan juga salah satu ibu kota penting pada periode Helenistik, maka peneliti mengharapkan menemukan artefak lain.
“Kami berharap artefak baru akan ditemukan. Mosaik ini adalah contoh ekstrem. Seiring dengan berkembangnya penggalian, sisa-sisa kota kuno akan ditemukan,” kata Ozdemir.
Amasya terletak di wilayah Laut Hitam Tengah. Kota ini didirikan di lereng Gundukan Harşena di Lembah Yeşilırmak.
Sejarah Amasya bermula sejak 4000 SM, menjadikannya salah satu kota tertua yang masih dihuni di dunia.