Hizbullah mengumumkan pemakaman mantan pemimpin mereka, Hassan Nasrallah, yang dibunuh Israel Israel tahun lalu, akan dilaksanakan pada 23 Februari di Beirut. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui televisi, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naeem Qassem, menyatakan Nasrallah syahid dalam situasi yang sangat sulit, sehingga pemakaman tidak dapat dilakukan pada waktu itu.
“Nasrallah dimakamkan sementara (karena alasan keamanan) dan sekarang kami memutuskan untuk mengadakan pemakaman publik pada 23 Februari,” tambahnya, seperti yang dilaporkan kantor berita Anadolu, Selasa (4/2).
Qassem juga mengungkapkan, pemakaman akan diadakan untuk Sayyid Hashem Safieddine, seorang pejabat senior Hizbullah lainnya yang tewas dalam serangan udara Israel hampir sepekan setelah Nasrallah dibunuh.
Dia menambahkan, Safieddine akan dimakamkan dengan gelar sekretaris jenderal, yang menegaskan untuk pertama kalinya bahwa dia telah terpilih sebagai penerus Nasrallah sebelum peristiwa tragis tersebut.
“Sayyid Hashem Safieddine juga akan dikenang sebagai sekretaris jenderal partai, karena empat hari setelah pembunuhan Nasrallah, kami memilih Hashem sebagai sekretaris jenderal, dan kami menganggapnya syahid dalam kapasitas itu,” ujar Qassem.
Qassem menjelaskan Nasrallah akan dimakamkan di pinggiran Beirut, tepatnya di sebuah lahan dekat jalan yang mengarah ke bandara, sementara Safieddine akan dimakamkan di kampung halamannya, Deir Qanoun, yang terletak di Lebanon selatan.