Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lagi-lagi putra Muhammad Ali ditahan imigrasi AS gara-gara Trump

Lagi-lagi putra Muhammad Ali ditahan imigrasi AS gara-gara Trump Putra Muhammad Ali ditahan petugas imigrasi. ©2017 AP/Scott Applewhite

Merdeka.com - Sekali lagi, Muhammad Ali Jr ditahan dan diinterogasi oleh petugas imigrasi saat akan melakukan penerbangan dari bandara di Washington. Padahal dia berada di sana untuk berdiskusi soal insiden penahanan yang dialaminya di Florida, bulan lalu.

Dilansir Associate Press, Sabtu (11/3), penahanan itu terjadi saat dia akan kembali ke Fort Lauderdale, Florida. Kejadian ini merupakan yang kedua setelah putra sang juara tinju kelas berat dunia itu bersama ibunya dihentikan dan diperiksa di kota kelahirannya sendiri.

Berbeda dengan ibunya yang langsung dilepas usai menunjukkan foto dia dan almarhum suami, Ali tetap ditahan selama dua jam dan dicecar pertanyaan mengenai nama Muhammad dan agama yang dianutnya.

Padahal, berangkat menuju Washington DC dia tidak mendapatkan masalah saat akan berbicara dengan anggota kongres yang menangani masalah keamanan perbatasan.

Kuasa hukum keluarga, Chris Mancini mengatakan Ali akan menaiki JetBlue Airways untuk kembali ke Florida, dan langsung ditahan selama 20 menit. Saat itu dia berbicara langsung dengan pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri dan menunjukkan surat izin mengemudi dan paspor miliknya sebelum dilepaskan.

"Ini terjadi Rabu (8/3) kemarin," kata Mancini saat diwawancara melalui hubungan telepon saat bersama Ali. "Pergi ke Washington jelas membuka kaleng berisi cacing di DHS (singkatan Departemen Keamanan Dalam Negeri)."

Sementara itu juru bicara Administrasi Keamanan Transportasi Lisa Farbstein menyatakan lembaganya sudah memastikan identitas Ali sebelum memasuki pesawat. Namun dia membantah penahanan dilakukan karena namanya, melainkan perhiasannya yang membuat alarm berbunyi.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat asal Florida, Debbie Wasserman Schultz, penumpang satu pesawat dengan Ali, langsung menulis melalui akun Twitter miliknya. Dia memprotes tindakan imigrasi yang menahan putra sang juara tinju kelas berat dunia.

"Dalam perjalanan pulang pada PENERBANGAN DOMESTIK Muhammad Ali Jr ditahan LAGI... Latar keagamaan putra 'Yang Terhebat' tidak membuat kita merasa aman."

Awal pekan ini, Ali Jr tengah melancarkan kampanye untuk kebebasan beragama dengan membawa nama ayahnya, Muhammad Ali. Kampanye ini mendapat dukungan penuh dari para petinju besar lainnya, yakni Evander Holyfield, Larry Holmes, Roberto Duran dan lain-lain. Mereka melawan larangan perjalanan yang dibangun Trump, yang dianggap tidak adil dan menargetkan kaum Muslim.

Bulan lalu, Ali Jr dan ibunya Khalilah Camacho Ali diinterogasi aparat imigrasi bandara. Penahanan ini dilakukan karena petugas mencurigai nama arab mereka, padahal keduanya lahir dan besar di AS.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP