Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menggelar "Malam Kesenian Rusia" pada Kamis (16/3) malam di kediaman Dubes Rusia. Namun acara tersebut tidak hanya menampilkan seni dari Rusia, tapi juga percampuran Indonesia dan Rusia.
Para penampil juga berasal dari kedua negara. Yang menarik, lagu Sunda "Panon Hideung" dibawakan dalam dua bahasa; Sunda dan Rusia, yang dibawakan langsung Wakil Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Veronika Novoseltseva dan Ketua Bidang Hubungan Internasional Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Abdul Aziz Wahid.
Veronika sendiri tampak fasih ketika mengucapkan lirik dalam bahasa Sunda. Begitu juga Abdul Aziz, fasih ketika lagu itu diubah liriknya dengan Bahasa Rusia.
Tapi sebelumnya Veronika mengatakan Rusia juga memiliki lagu yang melodinya mirip dengan Panon Hideung.
Selain Panon Hideung, Abdul Aziz juga tampil membawakan mars Nahdhatul Ulama (NU) "Yalal Wathon" yang liriknya diubah menjadi bahasa Rusia. Lirik mars ini sebelumnya menggunakan bahasa Arab dan Indonesia.
Advertisement
Berbagai lagu Rusia seperti Katyushka, Kalina dan Cheburashka juga dibawakan malam itu. Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyudmil Vorobieva dan jajaran diplomatnya tampil dalam sebuah video membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa dalam bahasa Indonesia.
Malam Kesenian Rusia juga menampilkan pembacaan puisi karya para penyair Rusia seperti Alexander Pushkin, F. Tyuchev, dan lainnya. Puisi ini dibawakan oleh mahasiswa studi Rusia dari UI.
Dubes Lyudmila menyampaikan, acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk dedikasi kepada kebudayaan Rusia.
"Kami bahagia lagu-lagu dan puisi Rusia dibawakan oleh orang Indonesia. Mereka bukan profesional tapi bagi saya penampilan mereka sangat bagus. Dan mereka menunjukkan pemahaman atas rasa, semangat kesenian Rusia," jelasnya usai acara.
Bagi Lyudmila, seni bisa menjadi jembatan pemersatu masyarakat walaupun terkendala bahasa. Dia juga berharap acara seperti ini bisa dilaksanakan kembali.
Dia juga berharap acara ini bisa memperkuat hubungan antar masyarakat Rusia dan Indonesia.
"Karena seni, musik, puisi merupakan sarana terbaik untuk saling memahami satu sama lain," pungkasnya.