Kelompok Anti Royal Wedding ingin sistem monarki segera dihapus di Inggris
Merdeka.com - Usai pernikahan Pangeran dan Meghan Markle banyak simpatisan berhaluan republik meminta agar tak ada lagi perayaan pernikahan keluarga kerajaan.
Sebanyak 130 orang hadir dalam pertemuan republik internasional, yang digelar Sabtu (19/5), sehari sebelum pernikahan keluarga kerajaan digelar. Pertemuan ini merupakan puncak dari pertemuan empat hari Aliansi Gerakan Republik Eropa di pusat Ibu Kota Inggris, London.
"Mereka (keluarga kerajaan) tidak mewakili kita. Sistem kerajaan sangat elit dan tidak adil" ujar Irene Pinner seorang warga dari Dorking, di luar Kota London.
Mantan tentara Inggris, David Hurst yang bersumpah kesetiaan kepada Ratu Inggris mengatakan, "Bahwa (sistem) ini sangat usang. Orang di negara ini memandang Ratu sebagai seseorang yang lebih tinggi".
"Ada banyak masalah yang lebih penting ketimbang sebuah pernikahan," kata Kepala Eksekutif Republik, Graham Smith, kepada Al Jazeera, Senin (21/5).
"Monarki itu tidak berprinsip dan tidak demokratis. Sekarang saatnya untuk reformasi," ujarnya.
Banyak warga negara Inggris yang iri dengan kehidupan keluarga kerajaan. Karena mereka dianggap hanya menghamburkan uang pajak, di saat banyak warga Inggris yang hidup serba mahal.
Terakhir ramai dibicarakan adalah kelahiran ketiga bayi pasangan Pangeran William dan Kate Middleton, yang dianggap sebagai 'parasit' yang hidup dari pajak yang dibayarkan rakyat.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya