Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jumlah wanita Arab Saudi jalan-jalan tanpa muhrim meningkat

Jumlah wanita Arab Saudi jalan-jalan tanpa muhrim meningkat muslimah arab. shutterstock

Merdeka.com - Dulu, Arab Saudi termasuk negara yang paling keras menerapkan hukum pemisahan lelaki dan perempuan di ruang publik atas dasar syariah. Nyaris mustahil melihat seorang wanita berbelanja tanpa ditemani saudara atau pasangan muhrimnya.

Sekarang, situasi ini mulai berubah. Semakin banyak wanita Arab berani jalan-jalan ke mal atau tempat wisata tanpa muhrim, meski fenomena itu sebagian besar terjadi di luar negeri.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (2/7), ada perkiraan 15 persen perempuan Saudi di luar negeri tidak mengajak muhrimnya ketika berjalan-jalan. Data itu dibenarkan Muhammad Maghrabi, salah satu pengusaha jasa perjalanan terbesar Negeri Petro Dollar itu. "Jumlahnya memang masih kecil, sekitar 15 persen, namun setiap tahun tren perempuan berjalan tanpa muhrim di luar negeri bertambah," kata dia.   

Perubahan cukup drastis bagi kaum hawa Saudi ini terjadi lantaran aturan hukum baru yang dikeluarkan kerajaan lima tahun lalu. Salah satu ayat di beleid ini mengizinkan perempuan sekolah di luar negeri sendirian.

Maghrabi menilai adanya aturan itu membuat banyak orang tua pelan-pelan tidak lagi ketat mengharuskan anakgadis mereka pergi ke manapun ditemani muhrim.

Makin tingginya jenjang pendidikan menjadi sebab lain meningkatnya fenomena ini. Maisaa al-Amudi, wartawan perempuan sebuah harian di ibu kota Riyadh menyatakan wanita berjalan-jalan tanpa kawalan lelaki sudah bukan hal baru. "Rata-rata mereka menempuh pendidikan lanjut, wajar jika perempuan merasa setara dengan lelaki," ujar Maisaa.

Alasan lain perempuan berjalan tanpa muhrim lantaran ingin membuktikan diri sebagai perempuan mandiri, seperti biasa dilakukan Saza al-Nasser, pegawai perusahaan internasional di Riyadh. "Rasanya kita menjadi lebih mandiri ketika berjalan-jalan di luar negeri tanpa kawalan. Lagipula memaksakan diri harus bersama muhrim merepotkan, saudara lelaki saya sering tidak bisa diminta menemani," kata perempuan lajang ini.

Walau mulai berani melawan tradisi bertahun-tahun, berdasarkan pengamatan Maghrabi, jalan-jalan tanpa muhrim ala wanita Saudi itu baru dilakukan di kawasan Teluk saja. "Kebanyakan wanita Arab sendirian pergi ke ibu kota negara tetangga, misalnya ke Dubai atau Beirut," ujar dia. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP