Ikan Air Tawar Terbesar Ditemukan di Sungai Mekong Kamboja, Beratnya 300 Kg

Kamis, 23 Juni 2022 16:06 Reporter : Hari Ariyanti
Ikan Air Tawar Terbesar Ditemukan di Sungai Mekong Kamboja, Beratnya 300 Kg Penemuan ikan pari raksasa di Sungai Mekong Kamboja. ©Sinsamout Ounboundisane/FISHBIO/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Ikan pari raksasa seberat 300 kilogram ditangkap di sungai Mekong, Kamboja. Menurut para ilmuran, ini merupakan ikan air tawar terbesar pertama yang pernah didokumentasikan.

Temuan ini mengalahkan rekor sebelumnya pada 2005 saat ditemukan ikan lele raksasa sebesar 293 kilogram di Thailand.

Tidak ada catatan resmi atau data ikan air tawar terbesar di dunia.

"Dalam 20 tahun pencarian ikan raksasa di sungai dan danau di enam benua, ini adalah ikan air tawar terbesar yang kami temukan atau yang didokumentasikan di manapun di dunia," jelas ahli biologi, Zeb Hogan, yang juga memimpin proyek konservasi Mekong yang didanai USAID.

"Menemukan dan mendokumentasikan ikan ini luar biasa, dan pertanda harapan baik, bahkan lebih dari itu karena ini terjadi di Mekong, sungai yang saat ini menghadapi banyak tantangan," lanjut Hogan, dikutip dari BBC, Kamis (23/6).

Mekong kaya akan keanekaragaman hayati tapi penangkapan ikan berlebihan serta polusi mengancam ekosistemnya yang rapuh. Mekong mengalir dari Datarat Tiben melalui China, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam.

Proyek konservasi bekerja sama dengan Badan Perikanan Kamboja bertujuan untuk membentuk jaringan nelayan yang akan menginformasikan kepada para peneliti jika mereka menangkap ikan raksasa atau yang terancam punah.

Pada 13 Juni malam, seorang nelayan di pulau Koh Preah menghubungi peneliti memberitahukan bahwa dia menangkap ikan pari raksasa sepanjang 3,98 meter dan lebar 2,2 meter.

Setelah dipasangi label akustik untuk melacak pergerakannya di masa depan, ikan pari itu dilepaskan kembali ke sungai.

Ikan pari air tawar raksasa merupakan spesies yang terancam punah. Ini merupakan ikan pari raksasa kedua yang diperiksa tim peneliti sejak Mei, yang sebelumnya seberat 181 kilogram.

"Ketika ikan langka ditemukan, artinya lingkungan perairan masih relatif sehat. Ini berlawanan dengan apa yang kami lihat di tempat-tempat seperti Sungai Yantgze, di mana para ilmuwan melaporkan kepunahan ikan dayung China," jelas Hogan, yang juga profesor di Universitas Nevada, Reno tersebut. [pan]

Baca juga:
Kodok Mungil dari Dominika Bertualang Sejauh 6.000 Kilometer
Tes DNA Ungkap Asal Usul Wabah Pes yang Tewaskan Setengah Populasi Eropa
Peneliti Inggris Temukan Dinosaurus Predator Terbesar di Eropa
Hasil Riset: Alergi Kacang dan Kerang Bisa Melindungi Orang dari Covid-19
Greenwashing: Sebuah Pembohongan Publik yang Kita Konsumsi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini