Berdasarkan hasil terbaru, terungkap salah satu penyebab kekalahan Kamala Harris dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Harris dikalahkan Donald Trump dalam pemilihan presiden pada 5 November 2024.
Menurut survei tersebut, Joe Biden berkontribusi dalam kekalahan Harris karena dukungannya terhadap Israel dalam genosida di Gaza. Dikutip dari Middle East Eye, Selasa (21/1), hampir sepertiga pemilih AS yang memberikan suara mereka untuk mantan Presiden Joe Biden pada tahun 2020 memutuskan untuk tidak memilih Harris, wakil presiden pada masa pemerintahan Biden.
Survei yang dilakukan Institute of Middle East Understanding dan YouGov, berupaya memberikan kemungkinan jawaban atas pertanyaan mengapa Harris mendapat 6 juta suara lebih sedikit daripada yang diperoleh Biden pada tahun 2020.
Survei menunjukkan, 29 persen warga Amerika yang memilih Biden pada tahun 2020 dan tidak memilih Harris pada tahun 2024 menyebut “mengakhiri kekerasan Israel di Gaza” sebagai alasan mereka untuk tidak memberikan suara mereka.
“Wakil Presiden Harris kehilangan suara karena dukungan pemerintahan Biden terhadap genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza,” kata IMEU dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan survei tersebut.
Alasan tersebut melebihi alasan ekonomi, imigrasi, layanan kesehatan, dan aborsi, yang semuanya secara historis menjadi isu utama pemilih pada pemilu presiden lalu. Kebijakan luar negeri seringkali menjadi faktor rendahnya partisipasi pemilih.
Meskipun banyak pemilih dari Partai Demokrat berharap Harris akan berhenti mendukung Biden tanpa syarat dan tanpa henti terhadap perang Israel di Gaza, Harris tidak melakukan upaya apa pun untuk menciptakan jarak antara dia dan pendahulunya mengenai masalah ini.
Advertisement
Tetap Dukung Israel
Meskipun Harris menawarkan nada yang lebih lembut dan membangkitkan empati terhadap warga Palestina yang terbunuh dan terus-menerus dibombardir oleh Israel, Harris dan orang-orang di sekitarnya terus-menerus menegaskan kembali dukungannya terhadap Israel.
"Biar saya perjelas, wakil presiden telah dan akan menjadi pendukung kuat Israel sebagai negara demokratis dan Yahudi yang aman, dan dia akan selalu memastikan bahwa Israel dapat mempertahankan diri, titik. Karena itulah Kamala Harris," kata suami Harris, Doug Emhoff pada Juli 2024.
Survei IMEU dan YouGov menemukan, 36 persen pemilih Biden pada tahun 2020 lebih cenderung memilih Harris jika dia "berjanji untuk melanggar kebijakan Presiden Biden terhadap Gaza dengan berjanji untuk tidak memberikan senjata tambahan kepada Israel".
Sebanyak 10 persen dari pemilih Biden tahun 2020 cenderung tidak memilih Harris karena alasan yang sama. Di antara kelompok pemilih yang sama, 53 persen mengatakan dukungan Biden terhadap Israel “terlalu berlebihan”.
Pada Pilpres 2024, Harris memperoleh 75 juta suara, sementara Trump memperoleh 77 juta suara.
Jajak pendapat IMEU dan YouGov menyurvei 604 pemilih antara 20 Desember 2024 hingga 7 Januari 2025.