Gelombang Warga Negara Myanmar yang Melarikan Diri ke India Terus Bertambah

Kamis, 11 Maret 2021 15:59 Reporter : Hari Ariyanti
Gelombang Warga Negara Myanmar yang Melarikan Diri ke India Terus Bertambah Demonstran Myanmar Bentangan Kain Longyi Saat Protes Kudeta. ©2021 AFP

Merdeka.com - Puluhan warga negara Myanmar sedang menunggu untuk menyeberang ke India, demikian disampaikan kepala desa setempat pada Rabu, saat pihak berwenang mengonfirmasi delapan dari 136 orang yang telah melarikan diri dipulangkan.

Mereka yang telah melintasi perbatasan masuk ke negara bagian timur laut Mizoram, yang berbagi 400 kilometer perbatasan dengan Myanmar, termasuk petugas polisi dan pejabat yang menolak perintah militer.

Sedikitnya 85 orang sedang menunggu untuk menyeberang menuju desa Farkawn. Demikian disampaikan kepada desa setempat, Ramliana kepada AFP.

Dia mengatakan pihak berwenang sedang memeriksa apakah mereka punya izin untuk menlintasi perbatasan sebelum membiarkan mereka masuk ke negara tersebut.

Ramliana mengatakan penduduk desa mengirim lima kantong beras dan satu kantong dal (sejenis kacang-kacangan) kepada warga negara Myanmar yang tengah menunggu tersebut.

Kepala dewan di distrik Serchhip, K. Lalngaizuala, mengatakan jumlah pasti warga negara Myanmar yang masuk ke wilayahnya belum diketahui.

“Kami siap karena lebih banyak lagi yang akan segera datang,” ujarnya kepada AFP, dikutip dari The Straits Times, Kamis (11/3).

Assam Rifles, pasukan paramiliter nasional yang beroperasi di wilayah timur laut India, mengatakan delapan dari 136 orang yang telah menyeberangi perbatasan telah dipulangkan ke Myanmar. Mereka tak menyebutkan apakah mereka yang dipulangkan itu dari kepolisian. Pekan lalu, pihak berwenang Myanmar meminta India memulangkan delapan anggota polisi yang melarikan diri ke India.

Assam Rifles mengatakan, distrik Siaha di Mizoram melihat gelombang besar warga Myanmar yang melarikan diri, di mana 101 warga negara Myanmar melarikan diri di wilayah tersebut.

“Orang Myanmar ini termasuk warga sipil termasuk anggota Pasukan Kepolisian Myanmar dan Pemadam Kebakaran,” jelas Assam Rifles dalam sebuah pernyataan pada Selasa. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini