Laci sering menjadi tempat paling praktis untuk menyimpan berbagai barang kecil, mulai dari karet rambut, kancing, aksesori, alat tulis, kabel, baterai, hingga perlengkapan rumah tangga. Sayangnya, semakin banyak barang yang dimasukkan tanpa penataan yang jelas, laci justru bisa berubah menjadi tempat yang berantakan. Barang-barang kecil mudah tertutup oleh benda lain, terselip di sudut, bahkan bercampur sehingga membutuhkan waktu lama ketika ingin mencarinya. Kondisi ini tentu cukup mengganggu, terutama untuk barang yang sering digunakan sehari-hari.
Menata isi laci sebenarnya tidak harus selalu menggunakan organizer khusus yang harganya cukup mahal. Berbagai barang sederhana yang sudah tersedia di rumah dapat dimanfaatkan untuk membuat sekat dan mengelompokkan benda berdasarkan jenis, ukuran, atau seberapa sering digunakan. Kotak bekas, wadah kecil, gulungan karton, hingga tutup wadah tertentu bisa diubah menjadi tempat penyimpanan sederhana sehingga barang tidak lagi bercampur satu sama lain.
Selain membuat laci terlihat lebih rapi, penataan yang tepat juga membantu setiap barang memiliki tempat khusus sehingga lebih mudah ditemukan dan dikembalikan setelah digunakan. Dengan begitu, kebiasaan mengobrak-abrik seluruh isi laci hanya untuk mencari satu benda kecil dapat dikurangi. Lantas bagaimana saja trik menata barang kecil agar tidak hilang di dalam laci? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (13/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Manfaatkan Kotak Bekas sebagai Sekat Laci
Kotak bekas dari produk makanan, kosmetik, aksesori, atau barang lainnya dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengelompokkan benda-benda kecil. Pilih kotak yang ukurannya sesuai dengan tinggi dan lebar laci agar tidak terlalu longgar maupun terlalu besar. Jika terdapat beberapa jenis barang, gunakan beberapa kotak dengan ukuran berbeda sehingga masing-masing kelompok memiliki tempat sendiri. Cara ini sangat berguna untuk menyimpan kancing, klip kertas, penghapus, aksesori rambut, atau perlengkapan kecil lainnya.
Sebelum digunakan, pastikan kotak dalam keadaan bersih dan kering. Jika kotak berbahan karton, sebaiknya hindari menyimpannya di laci yang berpotensi terkena air atau kelembapan. Bagian luar kotak juga dapat dilapisi kertas atau bahan pelindung agar lebih awet. Untuk membuat penataan semakin teratur, susun kotak berdasarkan frekuensi penggunaan. Barang yang sering diambil dapat ditempatkan di bagian depan, sedangkan barang yang jarang digunakan diletakkan di bagian belakang.
Kelebihan metode ini adalah ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanpa harus membeli organizer baru. Jika isi laci berubah, kotak juga dapat dipindahkan atau dipotong sesuai kebutuhan. Namun, jangan memasukkan terlalu banyak barang ke dalam satu kotak. Tujuan penggunaan kotak adalah memisahkan barang, bukan sekadar memindahkan tumpukan dari laci ke wadah lain. Berikan ruang yang cukup agar setiap benda tetap mudah diambil dan dikembalikan.
Advertisement
2. Gunakan Wadah Es Batu untuk Barang yang Sangat Kecil
Wadah es batu atau cetakan es yang sudah tidak digunakan dapat menjadi alternatif menarik untuk menyimpan benda berukuran sangat kecil. Setiap ruang pada cetakan dapat digunakan untuk satu jenis barang sehingga benda tidak mudah bercampur. Misalnya, satu bagian untuk kancing, bagian lain untuk manik-manik, jarum, klip, atau aksesori kecil. Bentuknya yang memiliki banyak kompartemen membuat benda-benda berukuran kecil lebih mudah terlihat.
Metode ini sangat cocok untuk laci perlengkapan kerajinan, perlengkapan menjahit, atau aksesori. Karena setiap barang berada dalam ruang terpisah, Anda tidak perlu mengobrak-abrik seluruh laci ketika membutuhkan satu benda. Pilih cetakan yang tidak terlalu dalam agar isi setiap kompartemen tetap mudah dijangkau. Jika digunakan untuk benda yang sangat kecil, sebaiknya pilih wadah dengan permukaan yang mudah dibersihkan.
Pastikan wadah tersebut benar-benar bersih dan kering sebelum digunakan. Hindari menggunakan cetakan yang sudah retak atau rusak karena dapat membuat benda-benda kecil terselip di bawahnya. Jika laci sering dibuka dan ditutup dengan cepat, tempatkan cetakan secara stabil agar tidak mudah bergeser. Dengan cara ini, cetakan es yang sebelumnya tidak terpakai dapat berubah menjadi organizer mini yang murah dan praktis.
Advertisement
3. Buat Sekat dari Kardus Bekas
Kardus bekas dapat diubah menjadi sekat laci yang ukurannya benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Potong kardus menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sesuai, kemudian susun secara horizontal dan vertikal hingga membentuk kotak-kotak kecil. Setiap kotak dapat digunakan untuk menyimpan satu kategori barang. Cara ini sangat fleksibel karena jumlah dan ukuran sekat bisa dibuat berdasarkan benda yang ingin disimpan.
Sebelum memotong kardus, sebaiknya ukur bagian dalam laci terlebih dahulu. Perhatikan panjang, lebar, dan tinggi laci agar sekat tidak terlalu besar. Setelah ukurannya sesuai, Anda dapat melapisi kardus menggunakan kertas pembungkus agar tampilannya lebih rapi. Pastikan bagian ujung kardus tidak terlalu tajam atau mudah terlepas sehingga tidak mengganggu saat tangan mengambil barang.
Sekat kardus sangat berguna untuk menghindari kebiasaan mencampur semua benda dalam satu ruang. Misalnya, laci meja kerja dapat dibagi menjadi area untuk pulpen, pensil, penghapus, klip, kabel kecil, dan perlengkapan lainnya. Jika barang sudah memiliki "rumah" masing-masing, proses merapikan kembali setelah digunakan juga menjadi jauh lebih mudah. Metode ini cocok bagi Anda yang ingin menata laci tanpa mengeluarkan biaya tambahan.
Advertisement
4. Pisahkan Barang Berdasarkan Jenis dan Fungsi
Salah satu kesalahan dalam menata laci adalah memasukkan barang berdasarkan ukuran saja tanpa mempertimbangkan fungsi. Akibatnya, benda yang bentuknya hampir sama tetapi kegunaannya berbeda tetap bercampur. Agar lebih mudah ditemukan, kelompokkan barang berdasarkan jenis atau fungsi. Misalnya, aksesori rambut ditempatkan bersama aksesori rambut, perlengkapan menjahit dikumpulkan dalam satu area, sedangkan alat tulis berada di bagian lainnya.
Pengelompokan berdasarkan fungsi juga membantu menentukan posisi barang di dalam laci. Benda yang digunakan setiap hari sebaiknya diletakkan di bagian yang paling mudah dijangkau. Barang yang hanya digunakan sesekali dapat ditempatkan di bagian belakang atau kompartemen yang lebih dalam. Dengan begitu, Anda tidak perlu menggeser banyak barang hanya untuk mengambil benda yang paling sering digunakan.
Jangan membuat terlalu banyak kategori jika isi laci tidak terlalu banyak. Terlalu banyak pembagian justru dapat membuat sistem penyimpanan menjadi rumit. Buat kategori yang sederhana dan mudah diingat. Prinsipnya adalah ketika Anda membuka laci, Anda dapat langsung mengetahui ke mana harus mencari suatu barang tanpa perlu memeriksa seluruh bagian.
Advertisement
5. Manfaatkan Gulungan Karton Tisu untuk Kabel
Kabel kecil seperti kabel USB, kabel charger, atau kabel earphone sering menjadi salah satu benda yang paling mudah berantakan di dalam laci. Jika dibiarkan bercampur, kabel dapat saling melilit dan sulit dibedakan. Gulungan karton dari tisu toilet atau tisu dapur dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk menjaga kabel tetap tergulung dan terpisah.
Caranya cukup sederhana. Gulung kabel secara longgar agar tidak tertekuk terlalu tajam, kemudian masukkan ke dalam tabung karton. Anda dapat menuliskan jenis kabel pada bagian luar tabung agar lebih mudah dikenali. Jika memiliki beberapa kabel dengan ukuran berbeda, gunakan satu gulungan untuk satu kabel atau kelompok kabel yang sejenis. Dengan begitu, kabel tidak lagi saling melilit ketika disimpan dalam laci.
Namun, jangan menggulung kabel terlalu ketat karena dapat memberikan tekanan pada bagian dalam kabel dan konektornya. Hindari pula melipat kabel dengan sudut tajam. Tujuan penggunaan gulungan karton adalah menjaga kabel tetap terorganisasi, bukan menekannya sekuat mungkin. Jika dilakukan dengan benar, metode sederhana ini dapat membuat laci elektronik jauh lebih rapi.
Advertisement
6. Gunakan Wadah Kecil untuk Aksesori dan Barang Lepas
Wadah kecil bekas kosmetik, wadah makanan yang bersih, atau tempat penyimpanan mini dapat dimanfaatkan untuk menampung barang-barang yang mudah tercecer. Benda seperti karet rambut, peniti, klip, cincin, anting, atau kancing dapat ditempatkan dalam wadah terpisah. Pilih wadah yang transparan jika memungkinkan sehingga isi di dalamnya dapat terlihat tanpa harus dibuka.
Menggunakan wadah kecil juga membantu menghindari barang yang ukurannya berbeda bercampur menjadi satu. Misalnya, satu wadah khusus untuk karet rambut, satu untuk jepit rambut, dan satu lagi untuk aksesori kecil. Jika barang yang disimpan sangat kecil, gunakan wadah dengan tutup agar isinya tidak mudah keluar ketika laci dibuka atau ditutup. Pastikan tutupnya masih berfungsi dengan baik sebelum digunakan.
Agar semakin praktis, beri label pada wadah jika isinya sulit dibedakan dari luar. Label tidak harus rumit; cukup gunakan nama singkat seperti "kancing", "peniti", "kabel", atau "klip". Sistem sederhana ini akan sangat membantu ketika jumlah barang mulai bertambah. Daripada mencari satu benda di antara tumpukan, Anda cukup mengambil wadah yang sesuai.
Advertisement
7. Sisakan Ruang agar Barang Tidak Menumpuk
Laci yang terlalu penuh akan tetap terlihat berantakan meskipun sudah menggunakan beberapa wadah. Karena itu, jangan mengisi seluruh ruang dengan barang hanya karena masih tersedia tempat. Sisakan sedikit ruang agar benda dapat diambil tanpa harus mengeluarkan barang lainnya. Ruang kosong juga membuat Anda lebih mudah melihat isi setiap kompartemen.
Sebelum menata, keluarkan seluruh isi laci dan lakukan penyortiran. Pisahkan barang yang masih digunakan, barang yang jarang digunakan, barang yang perlu dipindahkan, dan barang yang sudah tidak diperlukan. Barang yang tidak pernah digunakan sebaiknya tidak kembali dimasukkan ke laci. Langkah ini penting karena penataan akan kurang efektif jika terlalu banyak barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
Setelah jumlah barang berkurang, barulah tentukan wadah dan pembagian ruang. Usahakan setiap kategori memiliki kapasitas yang cukup tetapi tidak berlebihan. Jika satu wadah sudah penuh, itu bisa menjadi tanda bahwa barang dalam kategori tersebut perlu disortir kembali. Dengan menjaga isi laci tetap terkendali, sistem penataan akan lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Advertisement
8. Letakkan Barang yang Sering Digunakan di Bagian Depan
Tidak semua barang perlu ditempatkan pada posisi yang sama. Barang yang digunakan setiap hari sebaiknya berada di bagian depan atau area yang paling mudah dijangkau. Sementara itu, benda yang hanya digunakan sesekali dapat ditempatkan di bagian belakang. Pembagian berdasarkan frekuensi penggunaan ini membuat laci lebih praktis sekaligus mengurangi kebiasaan mengacak-acak isinya.
Contohnya, jika laci digunakan untuk perlengkapan kerja, pulpen, pensil, penghapus, dan gunting yang sering digunakan dapat ditempatkan di bagian depan. Sementara itu, perlengkapan cadangan atau benda yang hanya digunakan sesekali dapat diletakkan di belakang. Dengan cara ini, barang yang sering dicari tidak akan tertutup oleh benda yang jarang digunakan.
Aturan sederhana ini juga membuat proses mengembalikan barang menjadi lebih mudah. Setelah selesai digunakan, Anda sudah mengetahui lokasi penyimpanannya tanpa perlu berpikir ulang. Semakin konsisten kebiasaan tersebut dilakukan, semakin kecil kemungkinan barang berpindah-pindah tempat. Penataan laci pun tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga memiliki sistem yang mudah dipertahankan.
Advertisement
9. Beri Label pada Wadah atau Sekat
Label dapat menjadi solusi sederhana jika satu laci digunakan untuk menyimpan banyak jenis barang. Tempelkan nama kategori pada setiap wadah atau sekat, misalnya "kabel", "kancing", "alat tulis", "aksesori", atau "perlengkapan jahit". Label membantu Anda mengenali isi tempat penyimpanan dengan cepat, terutama jika wadah tidak transparan atau barang di dalamnya berukuran sangat kecil.
Gunakan nama yang singkat dan spesifik agar tidak membingungkan. Jika satu wadah berisi berbagai jenis benda yang masih berada dalam satu kategori, gunakan nama kategori yang cukup umum. Sebaliknya, jika setiap jenis barang jumlahnya banyak, Anda dapat membuat label yang lebih spesifik. Tidak perlu menggunakan label khusus; kertas kecil dan selotip pun sudah cukup selama tulisan mudah dibaca.
Selain membantu pemilik rumah, label juga membuat sistem penyimpanan lebih mudah dipahami oleh anggota keluarga lainnya. Setiap orang dapat mengetahui tempat mengembalikan barang setelah digunakan. Kebiasaan ini penting karena laci yang rapi bukan hanya bergantung pada cara menatanya, tetapi juga pada konsistensi mengembalikan benda ke tempat semula.
Advertisement
10. Lakukan Penyortiran Secara Berkala
Penataan laci tidak akan bertahan selamanya jika isinya terus bertambah tanpa pernah disortir. Barang kecil cenderung masuk ke laci secara perlahan, sehingga tanpa disadari jumlahnya menjadi terlalu banyak. Karena itu, lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan setiap barang masih diperlukan dan berada di tempat yang sesuai.
Saat menyortir, perhatikan benda yang rusak, sudah tidak digunakan, memiliki pasangan yang hilang, atau jumlahnya terlalu banyak. Barang yang masih layak digunakan tetapi tidak lagi dibutuhkan dapat dipindahkan ke tempat lain atau disumbangkan jika sesuai. Sementara itu, benda yang benar-benar sudah tidak berguna sebaiknya tidak kembali memenuhi laci.
Setelah penyortiran selesai, kembalikan setiap kategori ke tempatnya dan rapikan kembali sekat atau wadah yang bergeser. Tidak perlu menunggu sampai laci benar-benar berantakan untuk melakukan langkah ini. Meluangkan waktu beberapa menit secara berkala jauh lebih mudah daripada harus mengeluarkan seluruh isi laci sekaligus. Dengan kebiasaan tersebut, barang-barang kecil akan tetap mudah ditemukan dan laci pun lebih teratur dalam jangka panjang.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Trik Menata Barang Kecil agar Tidak Hilang di Dalam Laci
1. Bagaimana cara menata barang kecil agar tidak mudah hilang di dalam laci?
Kelompokkan barang berdasarkan jenis dan fungsi, kemudian gunakan sekat atau wadah kecil untuk memisahkannya. Barang yang sering digunakan sebaiknya ditempatkan di bagian depan, sedangkan benda yang jarang dipakai dapat diletakkan di bagian belakang agar isi laci lebih mudah ditemukan.
2. Apa saja barang sederhana yang bisa digunakan sebagai organizer laci?
Beberapa barang bekas yang dapat dimanfaatkan antara lain kotak kardus, wadah kecil, cetakan es batu, gulungan karton tisu, dan kotak bekas kosmetik atau makanan. Barang-barang tersebut dapat digunakan sebagai sekat maupun wadah untuk memisahkan benda berukuran kecil.
3. Bagaimana cara menata laci tanpa membeli organizer?
Keluarkan seluruh isi laci, sortir barang yang masih diperlukan, lalu manfaatkan barang bekas sebagai wadah dan sekat. Kardus dapat dipotong menjadi kompartemen, sedangkan kotak kecil dapat digunakan untuk menyimpan benda berdasarkan kategorinya.
4. Bagaimana cara menyimpan kabel kecil agar tidak kusut di dalam laci?
Gulung kabel secara longgar dan gunakan gulungan karton tisu sebagai tempat penyimpanan. Setiap kabel sebaiknya dipisahkan agar tidak saling melilit. Anda juga dapat memberi label pada gulungan untuk mengetahui jenis kabel tanpa harus membukanya satu per satu.
5. Apakah barang kecil sebaiknya disimpan berdasarkan ukuran atau jenis?
Sebaiknya utamakan jenis dan fungsi, kemudian pertimbangkan ukuran. Barang yang memiliki fungsi serupa lebih mudah ditemukan jika ditempatkan dalam satu area, meskipun ukurannya berbeda. Jika jumlahnya banyak, kategori tersebut dapat kembali dibagi berdasarkan ukuran.