Update Kebakaran KMP Putri Yasmin, 212 Orang Berhasil Dievakuasi

Evakuasi korban kebakaran KMP Putri Yasmin bertambah.

Hermawan Arifianto
Oleh Hermawan Arifianto - Reporter
Update Kebakaran KMP Putri Yasmin, 212 Orang Berhasil Dievakuasi
Proses evakuasi korban terbakarnya KMP Putri Yasmin  di Perairan Lombok. (Foto: Istimewa).

Evakuasi korban kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok kembali bertambah hingga Rabu (12/8/2026).

Sebanyak 39 orang tambahan berhasil diangkut KMP Pratama Kalyani dan dibawa ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengonfirmasi perkembangan tersebut saat ditemui di Pelabuhan Lembar.

"Totalnya (yang telah dievakuasi) 212 orang," kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, Kamis (13/8/2026).

Kronologi dan Koordinat Peristiwa

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin dilaporkan terbakar di perairan Pantai Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8/2026) dini hari.

Laporan pertama kebakaran diterima petugas pada pukul 04.39 WITA dari Nurdin, nakhoda RB 220 Mataram.

"Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA," ujar salah satu anggota Tim SAR Gabungan yang tidak ingin disebutkan namanya, Rabu (12/8/2026).

Lokasi kapal terbakar terdeteksi pada koordinat 8°43'12.37"S - 115°47'35.93"E. Titik tersebut berjarak sekitar 16,84 Nautical Miles (Nm) dari posisi RB 220 Mataram dengan arah 272,37°.

Armada dan Operasi Penyelamatan di Selat Lombok

Kantor SAR Mataram menggelar operasi Search and Rescue (SAR) pada Rabu pagi, dengan prioritas evakuasi penumpang dan kru KMP Putri Yasmin yang melayani rute Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar.

Setelah sinyal bahaya diterima, tim penyelamat segera dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk penanganan dan evakuasi.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa. Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke titik koordinat kejadian untuk melakukan evakuasi langsung, sekaligus berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan," tegas Hariyadi, Rabu (12/8/2026).

Mengingat kondisi darurat berada di perairan yang berbatasan dengan wilayah kerja SAR Denpasar, operasi juga melibatkan Kantor SAR Denpasar dengan pengerahan KN SAR Arjuna.

Pemantauan dari udara dilakukan menggunakan helikopter milik SGi Air Bali untuk memperluas jangkauan pencarian dan pemantauan visual.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan operasi di perairan Selat Lombok untuk mengamankan lokasi serta menyelesaikan evakuasi penumpang dan kru kapal.

Rekomendasi