Sedikitnya 10 warga Palestina tewas terbakar hidup-hidup akibat serangan udara Israel yang menghantam tenda-tenda pengungsian di wilayah Al-Wawasi, sebelah barat Khan Younis, Gaza, pada Selasa (15/4). Tenda-tenda tersebut dihuni ratusan warga sipil yang mengungsi dari konflik yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Menurut saksi mata, serangan tersebut menciptakan pemandangan mengerikan. Mayat-mayat yang hangus disebut masih mengeluarkan asap saat tiba di rumah sakit.
Laporan dari lokasi menyebut sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak yang terjebak dalam kobaran api tanpa sempat menyelamatkan diri.
Dilansir Quds News Network, Rabu (16/4), mayoritas jenazah tidak dapat dikenali akibat luka bakar parah. Hanya satu korban yang berhasil diidentifikasi, yaitu seorang pemuda berusia 24 tahun. Jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut.
Sejak bulan lalu, Israel meningkatkan serangannya di seluruh wilayah Gaza hingga ribuan warga sipil Palestina tewas dan terluka.
Pihak Israel dan Amerika Serikat menyebut eskalasi serangan ini sebagai upaya untuk menekan kelompok Hamas agar menerima proposal gencatan senjata terbaru. Namun, proposal tersebut tidak mencantumkan jaminan penghentian agresi maupun penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza.
Bulan lalu, lebih dari 1.600 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel. Sementara itu, lebih dari 4.300 lainnya terluka, menurut Kementrian Kesehatan Gaza.
Serangan yang menyasar pengungsi sipil ini kembali memicu kecaman internasional dan memperkuat tudingan adanya praktik genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.