FOTO: Misi Penyelamatan Artefak Gaza: 9 Jam Negosiasi dan 6 Jam Mengepak di Bawah Ancaman Bom Israel
Misi penyelamatan ribuan artefak bersejarah berhasil diselamatkan dari gudang di Kota Gaza, Palestina (11/09/2025).
Sembilan jam negosiasi sengit dengan militer Israel, perebutan truk langka di Jalur Gaza yang porak-poranda, lalu enam jam pengepakan tergesa di bawah dengung pesawat tempur. Itulah drama penyelamatan ribuan artefak bersejarah dari gudang Gaza sebelum bangunannya dihancurkan Israel pada pekan lalu.
Gudang itu menyimpan hasil penggalian lebih dari 25 tahun, termasuk peninggalan biara Bizantium abad ke-4 yang diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Ada kendi keramik, mosaik, koin, plesteran bercat, hingga sisa-sisa manusia dan hewan dari Biara Saint Hilarion, salah satu komunitas monastik Kristen tertua di Timur Tengah.
Israel menyebut gedung pencakar langit Al-Kawthar di Kota Gaza, tempat penyimpanan artefak itu, sebagai lokasi intelijen Hamas. Bangunan pun dijadwalkan masuk target penghancuran.
Negosiasi Melawan Waktu
Kevin Charbel, koordinator lapangan darurat dari organisasi kemanusiaan Première Urgence Internationale (PUI), harus menghabiskan sembilan jam bernegosiasi dengan militer Israel untuk meminta penundaan. “Lima menit sebelum kami kehilangan segalanya, akhirnya ada yang memberi kami truk,” ujarnya.
PUI bersama Patriarkat Latin Yerusalem kemudian memindahkan artefak ke lokasi yang lebih aman, yang dirahasiakan demi keamanan.
Mengepak di Tengah Bom
Begitu matahari terbit, para pekerja bergegas memuat artefak ke lima truk bak terbuka. Tanpa perlindungan khusus, benda rapuh berusia ribuan tahun ditumpuk di kardus seadanya. Beberapa pecah dalam perjalanan, sebagian lainnya terpaksa ditinggalkan.Militer Israel melarang penggunaan truk kontainer tertutup, membuat proses penyelamatan kian berisiko. Bangunan gudang akhirnya diratakan pada Minggu lalu.
Warisan Dunia dalam Bahaya
Seiring operasi darat Israel meluas, artefak-artefak yang tersisa kini tersebar di beberapa lokasi terbuka di Gaza. Mereka terpapar cuaca dan tetap dalam bahaya. UNESCO mencatat, sejak perang meletus pada Oktober 2023, Israel telah merusak sedikitnya 110 situs budaya di Gaza, termasuk 77 bangunan bersejarah, 13 situs keagamaan, satu museum, dan tujuh situs arkeologi.
Charbel mengaku dihantui pertanyaan sulit: masuk akalkah mempertaruhkan nyawa demi benda bersejarah, sementara kebutuhan mendesak seperti air, makanan, dan obat-obatan masih minim? “Ini bukan hanya warisan Palestina atau Kristen,” katanya, “tetapi warisan dunia yang seharusnya dilindungi.”