Seorang pria berjalan di kompleks sekolah PBB yang menjadi target serangan brutal Israel di Nuseirat, Jalur Gaza, Palestina, Kamis (6/6/2024). Jet tempur Israel mengebom sekolah PBB itu sehingga menewaskan puluhan pengungsi yang tengah tertidur di lantai atas bangunan. AFP/Bashar Taleb
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9177509/original/014287300_1783093821-1717752122469-7tapll.jpg)
Advertisement
Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya 40 orang tewas akibat serangan brutal Israel tersebut. AFP/Bashar Taleb
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9177511/original/013390500_1783093822-1717752536759-8h7ick.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9177514/original/039451200_1783093823-1717752612144-bbwp6.jpg)
Ismail al-Thawabta, juru bicara Kantor Media Pemerintah Gaza, mengatakan, sejumlah besar korban tewas dan luka-luka berdatangan ke Rumah Sakit Al-Aqsa di pusat Kota Gaza. AFP/Bashar Taleb
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9177516/original/075591900_1783093823-1717752709802-3batg.jpg)
“Pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh penjajah Israel ini merupakan bukti nyata genosida, pembersihan etnis terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak serta para pengungsi di Jalur Gaza,” katanya kepada para wartawan, seperti dilansir the Cradle, Kamis (6/6). AFP/Bashar Taleb
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9177517/original/088048800_1783093823-1717752770795-7dxvs.jpg)
Sementara berdasarkan foto yang diperoleh AFP, serangan brutal jet tempur Israel itu menciptakan kehancuran pada gedung sekolah PBB tersebut. Beberapa struktur bangunan tersebut tampak runtuh. AFP/Bashar Taleb
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9177518/original/076803800_1783093824-1717752844585-2cwyxi.jpg)
Puing-puing bangunan menimpa sejumlah kasur yang menjadi tempat tidur para pengungsi. AFP/Bashar Taleb
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9177519/original/018267900_1783093825-1717752924951-p08y6.jpg)
Darah para korban juga berceceran di dalam dan luar gedung sekolah tersebut. AFP/Bashar Taleb
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9177521/original/054656400_1783093825-1717752948252-fltofk.jpg)
Diketahuir, Ribuan warga Palestina berlindung di sekolah tersebut setelah terusir dari rumah mereka di tengah serangan militer Israel selama tujuh bulan di daerah yang terkepung itu. AFP/Bashar Taleb
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9177508/original/048153400_1783093820-1717753070064-k1qzff.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376445/original/001704800_1792372815-0878a34c0a8b5bc4e93070c441acfa46-2-hi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3350189/original/080939200_1610703344-pesawat6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3523265/original/007105900_1627440563-brandon-morgan-GxbFfu6yRN0-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375718/original/047941400_1792212801-AP26286711153583.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2373006/original/020378100_1540435883-macron.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346574/original/077949100_1789182048-Untitled.jpg)