FOTO: Hadapi Blokade Israel, Warga Jalur Gaza Gotong Royong Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

Warga Jalur Gaza memanfaatkan sampah plastik untuk membuat bahan bakar alternatif guna mengatasi kelangkaan akibat blokade Israel yang membatasi pasokan BBM.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Hadapi Blokade Israel, Warga Jalur Gaza Gotong Royong Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar
FOTO: Hadapi Blokade Israel, Warga Jalur Gaza Gotong Royong Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar (Merdeka.com)

Di tengah blokade Israel yang memperketat pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Jalur Gaza, warga setempat menemukan solusi kreatif untuk mengatasi kelangkaan energi. Mereka mengubah sampah plastik menjadi BBM alternatif melalui proses pirolisis, yaitu penguraian material dengan panas tanpa atau sedikit oksigen.

Blokade Israel yang diperketat setelah serangan Hamas pada Oktober 2023 membatasi masuknya bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya ke Gaza. Akibatnya, warga terpaksa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.

Sampah plastik dikumpulkan dari puing-puing bangunan yang hancur dan sampah yang berserakan di sekitar Gaza. Proses pemilahan sampah menjadi penting untuk meningkatkan kualitas BBM yang dihasilkan, memisahkan sampah plastik dari sampah organik untuk menghindari pengaruh kandungan air pada hasil pirolisis.

Meskipun metode ini menawarkan solusi sementara terhadap krisis bahan bakar, prosesnya penuh risiko. Warga Gaza yang terlibat menghadapi bahaya dari serangan udara Israel dan potensi bahaya dari proses pembakaran plastik itu sendiri. Namun, di tengah kesulitan yang dihadapi, mereka tetap gigih dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan energi mereka dan bertahan hidup.

Situasi ini menyoroti dampak kemanusiaan yang parah dari blokade Israel terhadap warga sipil di Gaza. Namun, inovasi warga Gaza dalam mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik, tetapi juga menyediakan sumber energi yang lebih terjangkau.

Rekomendasi