Seperti dilansir Reuters dari media lokal setempat, rekor tertinggi curah hujan di La Paz tercatat 85 milimeter.
Advertisement
Tim penyelamat bekerja sama dengan penduduk La Paz, Bolivia melakukan upaya penyelamatan dan pencarian korban yang masih terkubur tanah longsor. Foto: REUTERS / Claudia Morales
Akibat intensitas curah hujan yang tinggi sejak Senin lalu telah menyebabkan luapan sungai, bangunan-bangunan yang runtuh akibat tanah longsor. Foto: REUTERS / Claudia Morales
Juan Bustamante, salah satu warga yang terkena dampak bencana itu sibuk mencari harta bendanya. Ia mencari barang-barang miliknya di puing rumahnya yang rusak akibat tanah longsor. Foto: REUTERS / Claudia Morales
Advertisement
Pemerintah setempat juga telah mengeluarkan imbauan kepada warga yang rumahnya beresiko ambruk untuk segera mengungsi. Foto: REUTERS / Claudia Morales
Mereka mengatakan ada sekitar tujuh rumah yang rawan roboh.
Selain itu kondisi jalan juga mengalami banyak retakan akibat kondisi tanah yang labil. Foto: REUTERS / Claudia Morales
Beberapa hari sebelumnya, Badan Meteorologi Nasional Bolivia telah memberi peringatan oranye pada wilayah La Paz yang berpotensi terjadi bencana longsor di tengah intensitas hujan yang tinggi. Foto: REUTERS / Claudia Morales
Sebagai informasi, hujan lebat yang terjadi pada pekan ini dilaporkan telah mencapai rekor tertinggi dalam 20 tahun terakhir di La Paz. Foto: REUTERS / Claudia Morales
Advertisement
Seperti dilansir Reuters dari informasi media lokal setempat, rekor tertinggi curah hujan di La Paz tercatat 85 milimeter dibanding dengan nilai rata-rata 70-an milimeter. Foto: REUTERS / Claudia Morales
Kondisi sebuah kendaraan milik warga yang ringsek terkubur tanah longsor pasca hujan lebat di La Paz, Bolivia. Foto: REUTERS / Claudia Morales