Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua Nelayan WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Akan Dipulangkan 26 Desember

Dua Nelayan WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Akan Dipulangkan 26 Desember Dubes RI untuk Filipina Sinyo Harry Sarundajang bersama 2 nelayan WNI dibebaskan dari Abu Sayyaf. ©KBRI FIlipina

Merdeka.com - Dua nelayan Indonesia yang menjadi korban penyanderaan kelompok militan Abu Sayyaf berhasil diselamatkan militer Filipina kemarin di Panamao, wilayah selatan Filipina.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Filipina Sinyo Harry Sarundajang sudah berada di Zamboanga, Filipina Selatan, untuk menemui WNI yang berhasil selamat yakni Maharudin bin Lulani dan Samiun bin Maneun.

"Sekarang saya sudah berada di kota Zamboanga. Di kota Zamboanga ini para tahanan-tahanan kita itu sudah ada di sini dua orang. Mereka ditahan sudah 90 hari yang lalu," ujar Sinyo kepada Liputan6.com, Senin (23/12).

Sinyo menambahkan, masih ada satu WNI lagi yang belum diselamatkan dari Abu Sayyaf, dan militer Filipina masih melakukan upaya penyelamatan. Sinyo telah menjemput dua WNI itu sekitar pukul 11 siang waktu Filipina.

Dalam Keadaan Sehat

sehat rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Mereka ditemui di tempat tentara Western Mindanao Command (WestMinCom), yang seperti Kodam di Filipina. Sinyo juga memastikan dua WNI dalam keadaan sehat.

"Kesehatan mereka prima, bagus, mereka tidak dipukul-pukul. Sangat sehat," tegasnya.

Selanjutnya, Sinyo akan membawa dua WNI itu ke Manila pada siang ini. Rencananya, dua WNI yang jadi korban sandera Abu Sayyaf itu akan segera dibawa pulang ke Tanah Air.

"Kemungkinan besar tanggal 26 (Desember) saya akan bawa mereka ke Jakarta. Ke Kemlu untuk menyerahkan untuk Menteri Luar Negeri dan Menlu serahkan kepada keluarga," pungkasnya.

Sinyo juga menegaskan telah memberikan kabar duka cita dari Indonesia kepada pemerintah Filipina. Tercatat, ada seorang tentara yang gugur ketika melakukan serangan fajar pada Minggu pagi, 22 Desember 2019.

Beri Penghormatan Terakhir

terakhir rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ketika berkunjung ke markas militer, Dubes Sinyo juga menyempatkan memberi penghormatan di depan peti mati prajurit yang gugur saat melawan Abu Sayyaf. Sinyo juga sempat berbincang dengan tentara yang merupakan saudara dari prajurit tersebut.

Selain itu, Dubes Sinyo juga menelepon Menlu Retno Marsudi saat memberikan penghormatannya, kemudian menyerahkan telepon genggamnya pada perwakilan militer untuk berbicara langsung dengan Menlu Retno.

"Saya telah menyampaikan berita duka dari Presiden dan Ibu Menteri Luar Negeri kepada mereka karena satu prajurit meninggal," ujar Sinyo.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP