Dituding jadi dalang pembunuhan Jamal Khashoggi, Pangeran Saudi angkat bicara

Kamis, 25 Oktober 2018 11:29 Reporter : Ira Astiana
Dituding jadi dalang pembunuhan Jamal Khashoggi, Pangeran Saudi angkat bicara pangeran muhammad bin salman. ©independent

Merdeka.com - Pengeran Arab Saudi Muhammad bin Salman berjanji akan menghukum semua 'penjahat' yang bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Turki. Ini merupakan komentar pertamanya mengenai kasus Khashoggi sejak Saudi mengaku bahwa jurnalis tersebut telah dibunuh di kantor konsulat Saudi.

Berbicara di sebuah forum bisnis di Riyadh, Saudi, Pangeran Muhammad mengatakan bahwa kejahatan ini sangat menyakitkan bagi rakyat Saudi. Dia pun bertekad untuk tidak membiarkan mereka yang ikut andil lolos dari hukuman dan membuat hubungan Saudi dengan Turki jadi retak.

"Pembunuhan ini adalah kejahatan keji yang tidak bisa dibenarkan. Orang-orang yang berada di balik kejahatan ini harus bertanggung jawab karena keadilan pada akhirnya akan menang," kata Pangeran Saudi, dikutip dari BBC, Kamis (25/10).

"Banyak orang mencoba memanfaatkan situasi yang menyakitkan ini untuk membuat keretakan antara Saudi dan Turki. Di sini saya ingin menyampaikan pesan, mereka tidak akan pernah bisa melakukannya. Hubungan kami tidak akan jadi retak karena hal ini," tambahnya.

Pangeran Muhammad sebelumnya telah membantah bahwa dia terlibat dengan pembunuhan Khashoggi. Pemerintah Saudi pun menuding pembunuhan ini dilakukan oleh agen yang bertindak tanpa perintah dari pemimpin kerajaan.

Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Khashoggi bermuatan politik dan telah direncanakan dengan hati-hati oleh para perwira intelijen Saudi dan pejabat lainnya. Dia menyakini pembunuhan ini dilakukan karena Khashoggi sering mengkritik rezim Saudi.

Sebagaimana diketahui, Khashoggi yang merupakan kritikus pemerintah Saudi untuk surat kabar Amerika Serikat Washington Post dilaporkan hilang pada 2 Oktober lalu di kantor konsulat Saudi di Istanbul. Namun dia tak pernah terlihat keluar dari kantor tersebut dan belakangan baru diketahui bahwa dia telah dibunuh. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini