Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berapa Banyak Ponsel yang akan Dibuang Tahun Ini? Simak Datanya

Berapa Banyak Ponsel yang akan Dibuang Tahun Ini? Simak Datanya Handphone. flickr

Merdeka.com - Forum Internasional Limbah Peralatan Listrik dan Elektronik (WEEE) memprediksi, sebanyak 5,3 miliar ponsel akan dibuang penggunanya tahun ini.

Banyaknya ponsel yang dibuang turut berdampak buruk terhadap lingkungan. Lingkungan pun akan tercemar limbah elektronik atau e-waste.

Hasil penelitian mengungkap jika kebanyakan pengguna ponsel lebih memilih untuk menyimpan ponsel lama mereka ketimbang mendaur ulang. Bahkan diperkirakan jumlah ponsel di dunia mencapai angka 16 miliar dan sepertiga dari ponsel itu tidak digunakan lagi di Eropa.

Akhirnya komponen penting ponsel, seperti tembaga dan kobalt pun harus ditambang. Penambangan turut merusak lingkungan dibanding mengambil komponen-komponen dari ponsel bekas.

“Perangkat ini menawarkan banyak sumber daya penting yang dapat digunakan dalam produksi perangkat elektronik baru atau peralatan lain, seperti turbin angin, baterai mobil listrik, atau panel surya – semuanya penting untuk transisi digital hijau ke masyarakat rendah karbon,” jelas manajer komunikasi WEEE, Magdalena Charytanowicz, dikutip dari laman BBC, Jumat (14/10).

Pengguna ponsel pun cenderung tidak mengetahui jika perangkatnya memiliki banyak fungsi lain.

“Orang cenderung tidak menyadari bahwa semua barang yang tampaknya tidak penting ini memiliki banyak nilai dan bersama-sama di tingkat global mewakili volume yang sangat besar,” ujar direktur WEEE, Pascal Leroy.

Dalam penelitian itu, WEEE mengungkap mereka juga menemukan limbah elektronik lainnya, seperti mesin cuci, pemanggang roti, alat GPS, dan komputer tablet. Sampah elektronik pun diyakini akan seberat 74 ton pada 2030.

Namun langkah-langkah pengurangan limbah sudah dilakukan, seperti aksi Royal Society of Chemistry. Tetapi aksi itu belum menutup ancaman kerusakan lingkungan karena baru 17 persen saja limbah elektronik dunia didaur ulang.

Limbah elektronik sendiri adalah sampah dengan pertumbuhan paling cepat di dunia yang mampu memengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan karena mengandung zat berbahaya.

Menurut survei Material Focus, Inggris sendiri diperkirakan memiliki lebih dari sejuta perangkat elektronik dengan total USD 6,3 miliar atau Rp 96,8 triliun yang tidak digunakan. Namun jika seluruh perangkat elektronik tidak terpakai dijual, maka setiap keluarga akan mendapat keuntungan sebesar USD 226 atau Rp 3,4 juta.

Maka itu Material Focus mengajak warga Inggris untuk menjual perangkat elektronik yang tidak digunakan agar didaur ulang.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP