Arkeolog menemukan makam seorang pendeta wanita Mesir kuno berusia 4.000 tahun, di mana jenazahnya diletakkan dalam dua lapis peti mati. Makam ini ditemukan di kota Asyut, 321,8 kilometer selatan Kairo. Dikutip dari laman Wio News, Jumat (8/11), makam ini milik Idy, putri seorang gubernur kaya raya bernama Djefai-Hapi I yang hidup sekitar 1800 SM.
Arkeolog di Universitas Freie Berlin, Profesor Jochem Kahl, sekaligus yang memimpin penemuan ini mengatakan, Idy adalah pendeta dewi Hathor. Dia juga dipanggil 'nyonya rumah', yang menandakan dirinya seorang perempuan dari keluarga kaya raya.
Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir mengumumkan di Facebook, Djefai-Hapi adalah salah satu penguasa wilayah paling penting di zaman Mesir kuno.
"Djefai-Hapi I didewakan pada zaman kuno dan makamnya merupakan bagian integral dari memori budaya Mesir kuno selama lebih dari 2000 tahun,” kata Profesor Kahl.
Menurut para arkeolog, peti mati Idy merupakan salah satu peti mati terbaik yang pernah ditemukan. Sarkofagus itu dihiasi ilustrasi dan teks yang menjelaskan perjalanan almarhum di akhirat.
Setelah kematiannya, organ dalam Idy seperti usus, paru-paru dan hati dicangkok dan disimpan di wadah. Jasadnya lalu dimumifikasi.
Berdasarkan studi pendahuluan, Idy meninggal sebelum berusia 40 tahun setelah dia mengalami cacat kaki bawaan. Para arkeolog juga menemukan sejumlah benda pemakamana termasuk belati dan patung kayu, yang kemungkinan besar disimpan dengan tujuan agar dia dapat menggunakannya di akhirat.