Arkeolog Temukan Koleksi Perhiasan Emas Mesir Kuno dan Patung 'Bapaknya' Firaun, Disimpan dalam Bejana Sejak 2.600 Tahun Lalu

Koleksi perhiasan ini ditemukan di kompleks kuil Karnak yang terkenal.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Arkeolog Temukan Koleksi Perhiasan Emas Mesir Kuno dan Patung 'Bapaknya' Firaun, Disimpan dalam Bejana Sejak 2.600 Tahun Lalu
Arkeolog Temukan Koleksi Perhiasan Emas Mesir Kuno dan Patung 'Bapaknya' Firaun, Disimpan dalam Bejana Sejak 2.600 Tahun Lalu (Merdeka.com)

Arkeolog di Mesir baru-baru ini menemukan koleksi perhiasan emas berusia 2.600 tahun yang disimpan dalam sebuah bejana di kompleks Kuil Karnak, dekat Luxor. Proyek penggalian ini dilaksanakan Pusat Studi Kuil Karnak Mesir-Prancis (CFEETK) bekerja sama dengan Dewan Tertinggi Purbakala dan Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS).

Lokasi penemuan ini diyakini dulunya merupakan area penyimpanan atau pemerintahan, yang memberikan gambaran baru tentang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Mesir kuno. Penemuan ini tidak hanya menambah koleksi artefak emas dari Mesir kuno, tetapi juga memberikan wawasan lebih lanjut tentang keterampilan pembuatan perhiasan emas yang tinggi pada zaman tersebut.

Di lokasi penggalian, para arkeolog menemukan sebuah bejana pecah yang berisi perhiasan emas, patung dewa, manik-manik, dan sebuah bros. Para ahli meyakini bejana tersebut berusia sekitar 2.600 tahun, yang berasal dari dinasti ke-26 Mesir. Menurut Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, para peneliti menemukan artefak tersebut dalam kondisi baik, seperti dikutip dari laman Popular Mechanics, Selasa (11/3).

Penemuan ini juga memberikan wawasan tentang teknik dan keterampilan pembuatan perhiasan pada masa itu. Para ahli percaya bahwa keterampilan pembuatan perhiasan di Mesir kuno sangat tinggi, dengan penggunaan teknik yang rumit dan bahan-bahan berkualitas.

Patung Bapak Firaun

Para arkeolog menemukan patung dewa Amun, dewi Mut, dan putra mereka Khonsu. Amun (yang berarti "yang tersembunyi") sering dianggap sebagai bapak firaun dan raja para dewa.

Di Kerajaan Baru, Amun bergabung dengan dewa matahari Ra (kadang-kadang dieja "Re"), menjadi dewa yang terlihat dan tidak terlihat, yang menarik bagi cita-cita keseimbangan Mesir.

Para ahli percaya patung-patung itu adalah bagian dari jimat atau perhiasan lain yang dikenakan di leher. Menurut Kementerian Pariwisata dan Purbakala, semua artefak yang ditemukan di situs tersebut akan dipulihkan dan kemungkinan akan dipajang di museum Luxor.

Penggalian ini merupakan bagian kecil dari proyek yang sedang berlangsung di kompleks kuil Karnak, menurut Jérémy Hourdin, kepala proyek dari pihak Prancis. Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir, Sherif Fathy memuji kerja sama antara kedua tim, dengan menekankan peran pekerjaan mereka di beberapa kuil Mesir kuno yang “paling penting” di dunia.

“Ini adalah penemuan yang sangat penting karena penemuan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang perkembangan historis Kuil Karnak selama milenium pertama SM,” jelas Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala, Mohamed Ismail Khaled.

Rekomendasi