Amsterdam Larang Agen Travel Antar Turis ke Kawasan Lokalisasi Red Light District

Rabu, 27 Maret 2019 17:16 Reporter : Pandasurya Wijaya
Amsterdam Larang Agen Travel Antar Turis ke Kawasan Lokalisasi Red Light District Red Light District. ©2014 Merdeka.com/Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Pemerintah Kota Amsterdam di Belanda akan melarang pihak agen travel mengantar turis ke kawasan lokalisasi terkenal Red Light District.

Pemberlakuan larangan ini akan dimulai pada 1 Januari 2020. Untuk sementara pemerintah kota memberi waktu bagi para agen travel untuk menyesuaikan dengan aturan baru tersebut.

Dikutip dari laman Mirror, Rabu (27/3), pemerintah kota dalam pernyataannya mengatakan aturan baru itu dibuat karena pihak jasa travel kerap 'tidak menghormati para pekerja seks komersil'. Selain itu pemerintah kota juga menyebut alasan lain yaitu terlalu banyak orang berjalan kaki di daerah itu sampai menyebabkan kemacetan.

Namun aturan baru itu tidak melarang turis yang ingin berjalan-jalan sendiri ke kawasan lokalisasi. Hanya pihak agen travel yang dilarang.

Diperkirakan ada lebih dari 1.000 kelompok agen travel yang menyusuri kawasan Oudekerksplain saban pekan.

Pada musim padat bisa ada 28 kelompok turis yang mengitari kawasan itu.

Pemerintah kota juga kini tengah membatasi jumlah agen travel. Saat ini agen travel masih diperbolehkan membawa 20 turis tapi aturan ini akan dikurangi hingga hanya 15 turis saja.

Agen-agen travel yang beroperasi di kawasan di luar Red Light District juga akan dikenakan aturan baru ini.

Saat ini agen travel masih dibolehkan mengunjungi kawasan lokalisasi meski mereka harus mematuhi sejumlah peraturan dan memiliki izin. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Belanda
  2. Destinasi Wisata
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini