Alasan keamanan, keluarga diplomat AS di Istanbul diminta kembali
Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat meminta seluruh keluarga dari pekerja Konsulat Jenderal AS di Istanbul meninggalkan negara tersebut karena masalah keamanan. Dalam pernyataan yang dirilis kemarin, Kemlu AS mengatakan keputusan ini dikeluarkan berdasarkan informasi keamanan mengenai serangan terorisme.
"Berdasarkan keterangan keamanan, ada indikasi serangan kelompok ekstremis yang akan melanjutkan serangan agresif terhadap warga Amerika Serikat yang tinggal di wilayah Istanbul, baik itu yang menetap atau hanya sementara," demikian dikutip dari pernyataan tertulis Kemlu AS, seperti dilansir oleh The New Arab, Minggu (30/10).
Konsulat Jenderal AS sendiri masih tetap buka dengan staf lengkap. Namun, imbauan tersebut hanya diberikan kepada Konsulat Jenderal di Istanbul, bukan untuk pos diplomatik Negeri Paman Sam lain di Turki.
Larangan perjalanan ini dikeluarkan kemarin, sebagai bentuk waspada atas meningkatnya serangan yang dilakukan kelompok terorisme, terutama di Turki. Warga Negeri Adi Daya tersebut dilarang untuk melakukan perjalanan di tenggara Turki.
Pemerintah AS tidak mau mengambil resiko warganya menjadi korban penyerangan di Turki. Karenanya mereka mengeluarkan pernyataan ini.
Meski status AS di NATO adalah sekutu Turki, namun sentimen anti-Amerika di sana malah semakin banyak. Selain ancaman teroris, hubungan kedua negara memang sedang renggang usai kudeta militer Juli lalu.
Pasalnya, orang yang dituding sebagai dalang kudeta militer tersebut tinggal di pengasingan di Pennsylvania. Pemerintah Turki sudah meminta Fethullah Gulen untuk diekstradisi, namun Negeri Paman Sam masih belum memberikan keputusan.
(mdk/che)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya