Pemberdayaan Peternak OAP Sorong: Telur Lokal Siap Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Dinas Pertanian Kota Sorong gencar dorong pemberdayaan peternak Orang Asli Papua (OAP) Sorong untuk memasok telur lokal bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuka peluang pasar baru dan memperkuat ekonomi daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemberdayaan Peternak OAP Sorong: Telur Lokal Siap Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Dinas Pertanian Kota Sorong gencar dorong pemberdayaan peternak Orang Asli Papua (OAP) Sorong untuk memasok telur lokal bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuka peluang pasar baru dan memperkuat ekonomi daerah. (AntaraNews)

Dinas Pertanian Kota Sorong, Papua Barat Daya, mengambil langkah strategis dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mendorong pemberdayaan peternak Orang Asli Papua (OAP). Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan telur ayam lokal dapat memenuhi kebutuhan program tersebut secara berkelanjutan. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat tetapi juga memperkuat ekonomi lokal.

Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelwan Hara, menyatakan bahwa pemerintah kota sedang menjajaki kerja sama antara peternak ayam petelur lokal dengan pengelola dapur MBG di Kota Sorong. Penjajakan ini diharapkan dapat mengintegrasikan produk telur dari peternak OAP ke dalam rantai pasok program nasional. Ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah untuk memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat.

Saat ini, terdapat tiga peternak ayam petelur di Kota Sorong yang aktif memproduksi telur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan dua di antaranya merupakan peternak OAP. Melalui kerja sama ini, diharapkan produk-produk lokal dapat terserap optimal. Dinas Pertanian juga berkomitmen memberikan pendampingan intensif kepada para peternak untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi.

Kolaborasi Peternak Lokal dan Program MBG

Pemerintah Kota Sorong, melalui Dinas Pertanian, tengah aktif menjajaki kerja sama strategis antara peternak ayam petelur lokal dan pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa telur-telur yang dihasilkan oleh peternak lokal, khususnya dari kalangan Orang Asli Papua (OAP), dapat diserap langsung oleh program MBG. Nelwan Hara, Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, menegaskan pentingnya kolaborasi ini untuk mendukung ekonomi kerakyatan.

Dari total tiga peternak ayam petelur yang beroperasi di Kota Sorong saat ini, dua di antaranya adalah peternak OAP yang memiliki potensi besar. Keterlibatan mereka dalam program MBG diharapkan dapat memberikan jaminan pasar yang stabil dan berkelanjutan bagi produk mereka. Dinas Pertanian memfasilitasi proses ini, memastikan bahwa peternak lokal mendapatkan kesempatan yang adil.

Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penyediaan pasokan telur, tetapi juga pada peningkatan kapasitas peternak. Dinas Pertanian secara proaktif membantu peternak dalam memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan dokumen yang diperlukan untuk menjadi pemasok resmi MBG. Pendampingan ini krusial agar peternak dapat berpartisipasi penuh dalam program.

Pendampingan dan Dukungan Pemerintah Kota Sorong

Dinas Pertanian Kota Sorong secara berkelanjutan memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada para peternak ayam petelur, khususnya peternak OAP, untuk menjaga produktivitas optimal. Fokus pendampingan mencakup aspek kesehatan ayam petelur agar produksi telur tetap stabil dan berkualitas tinggi. Nelwan Hara menekankan bahwa kesehatan ternak adalah kunci utama keberlanjutan produksi.

Produksi telur dari peternak lokal tidak hanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan Kota Sorong, tetapi juga mendapat dukungan pasokan dari Kabupaten Sorong sebagai daerah penyangga. Hal ini menunjukkan adanya ekosistem pasokan yang terintegrasi di wilayah tersebut. Ketersediaan telur di Kota Sorong saat ini dilaporkan aman dengan harga yang relatif stabil, berkisar antara Rp65.000 hingga Rp70.000 per rak.

Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peternak lokal juga terlihat dari upaya membantu mereka memenuhi standar dan kebutuhan pasar yang lebih luas. Melalui pendampingan ini, diharapkan peternak dapat meningkatkan kapasitas produksi mereka. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa mereka mampu bersaing dan memenuhi permintaan besar seperti program MBG.

Membuka Pasar Lebih Luas dan Peningkatan Kapasitas

Keterlibatan peternak lokal, terutama Orang Asli Papua (OAP), sebagai pemasok untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan membawa dampak ganda. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat, inisiatif ini juga berpotensi membuka pasar yang jauh lebih luas bagi hasil produksi peternakan lokal. Ini menciptakan peluang ekonomi baru bagi komunitas peternak.

Dinas Pertanian Kota Sorong menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan mendorong peningkatan kapasitas peternak secara berkesinambungan. Tujuannya adalah agar peternak mampu memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh pasar, termasuk program MBG. Peningkatan kapasitas ini sangat penting untuk keberlanjutan usaha peternakan.

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah kota, peternak lokal diharapkan dapat berkembang dan menjadi bagian integral dari sistem pangan daerah. Integrasi ini tidak hanya memastikan ketersediaan pangan yang bergizi, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal. Ini adalah model pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi