Waspada! 4 Hewan yang Paling Berisiko Menyebarkan Virus Rabies

Sangat penting untuk selalu waspada dan menjaga jarak dari hewan yang dapat menularkan penyakit rabies.

Silvia Estefina Subitmele
Waspada! 4 Hewan yang Paling Berisiko Menyebarkan Virus Rabies
Virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang ditularkan ke babi atau hewan pembawa lainnya. (Foto: Unsplash/Waldemar) (© 2025 Liputan6.com)

Rabies dapat menginfeksi hampir semua jenis mamalia, tetapi ada beberapa spesies yang lebih mungkin menjadi pembawa dan penyebar virus ini dibandingkan yang lainnya. Hewan-hewan seperti anjing, kucing, kelelawar, rakun, dan rubah sering diasosiasikan dengan penularan rabies, terutama karena interaksi mereka dengan manusia dan kecenderungan untuk menggigit saat merasa terancam.

Penting untuk memahami hewan-hewan yang paling berisiko membawa virus rabies guna melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat. Mengenali gejala infeksi, seperti perubahan perilaku yang drastis, agresivitas yang tidak biasa, produksi air liur yang berlebihan, dan kesulitan dalam menelan, dapat membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan infeksi pada seekor hewan.

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti vaksinasi dan menghindari kontak dengan hewan liar yang menunjukkan tanda-tanda mencurigakan, risiko penularan rabies dapat ditekan. Berikut adalah empat jenis hewan di dunia yang berpotensi menjadi pembawa rabies, seperti yang dikutip Merdeka.com dari a-z-animals.com pada Senin (10/2/2025).

1. Rakun

Waspada! Ini 4 Hewan Paling Banyak Menyebarkan Virus Rabies di Dunia
Virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang ditularkan ke babi atau hewan pembawa lainnya. (Foto: Unsplash/Waldemar) © 2025 Liputan6.com

Rakun menyumbang antara 30 hingga 40 persen dari total kasus rabies yang dilaporkan. Mengenali rakun yang terjangkit penyakit ini cukup mudah, karena mereka akan menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Umumnya, rakun adalah hewan yang pemalu dan cenderung menjaga jarak dari manusia. Namun, mereka bisa bersikap lebih akrab jika ada pertukaran makanan. Di sisi lain, rakun yang terinfeksi dapat menunjukkan gejala seperti disorientasi atau ketidaknyamanan.

Salah satu tanda penting yang perlu diperhatikan adalah munculnya busa di area mulut. Seiring dengan perkembangan penyakit, hewan ini mungkin mengalami kesulitan dalam bergerak, yang menyebabkan gangguan pada cara mereka berjalan dan bernapas.

2. Kelelawar

Waspada! Ini 4 Hewan Paling Banyak Menyebarkan Virus Rabies di Dunia
Virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang ditularkan ke babi atau hewan pembawa lainnya. (Foto: Unsplash/Waldemar) © 2025 Liputan6.com

Kelelawar dikenal sebagai salah satu sumber rabies yang paling berisiko. Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Penyakit, kelelawar menjadi penyebab utama kematian akibat rabies pada manusia di Amerika Serikat.

Virus rabies yang berasal dari kelelawar telah ditemukan di 49 negara bagian di daratan Amerika, dengan pengecualian Hawaii yang tidak terpapar virus ini. Berbeda dengan rakun, sulit untuk menentukan apakah kelelawar terinfeksi rabies atau tidak.

Namun, ada beberapa tanda yang bisa menjadi peringatan, seperti kelelawar yang aktif di siang hari atau kesulitan saat terbang. Mengingat kelelawar merupakan penyebab utama kematian akibat rabies pada manusia, sangat penting untuk segera mendapatkan perawatan medis jika ada dugaan kontak dengan kelelawar.

3. Sigung

Waspada! Ini 4 Hewan Paling Banyak Menyebarkan Virus Rabies di Dunia
Virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang ditularkan ke babi atau hewan pembawa lainnya. (Foto: Unsplash/Waldemar) © 2025 Liputan6.com

Jumlah kasus rabies yang disebabkan oleh sigung hampir sebanding dengan yang disebabkan oleh rakun dan kelelawar, dengan kontribusi sekitar 25% dari total kasus. Tanda-tanda infeksi pada sigung meliputi kesulitan bergerak, keluarnya busa dari mulut, pernapasan yang berat, serta perilaku agresif yang tidak biasa.

Meskipun sigung jarang terlihat aktif di siang hari, hal ini tidak selalu menjadi indikator bahwa hewan tersebut terinfeksi rabies. Oleh karena itu, penting untuk mengamati perilaku aneh dan aktivitas mereka di siang hari.

Namun, perlu diingat bahwa meskipun gejala-gejala ini dapat menunjukkan adanya masalah, hal tersebut tidak selalu berarti sigung tersebut mengidap rabies. Satu-satunya cara yang dapat memastikan apakah hewan tersebut terinfeksi penyakit ini adalah dengan melakukan pemeriksaan otopsi.

Jika Anda mencurigai adanya sigung yang terinfeksi, sangat disarankan untuk menghindari kontak langsung dan segera menghubungi pihak berwenang setempat yang menangani satwa liar.

4. Rubah

Waspada! Ini 4 Hewan Paling Banyak Menyebarkan Virus Rabies di Dunia
Virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang ditularkan ke babi atau hewan pembawa lainnya. (Foto: Unsplash/Waldemar) © 2025 Liputan6.com

Meskipun rubah tidak sebanding dengan rakun, kelelawar, atau sigung dalam hal menjadi pembawa penyakit, mereka tetap merupakan penyebab utama dalam kasus rabies. Gejala yang muncul pada sigung dan rakun yang terinfeksi juga dapat terlihat pada rubah.

Misalnya, tanda-tanda seperti keluarnya saliva berlebihan atau munculnya busa di mulut, perilaku yang aneh, gerakan yang kaku, pernapasan yang tersengal-sengal, serta agresivitas yang tinggi menunjukkan bahwa rubah tersebut terinfeksi rabies.

Hewan yang sudah terjangkit rabies dapat dengan cepat berubah menjadi agresif, sehingga sangat penting untuk menjaga jarak. Sebaiknya, hindari upaya untuk menyentuh atau memberikan bantuan pada hewan tersebut.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat yang efektif untuk mengatasi penyakit ini. Tindakan terbaik yang dapat dilakukan adalah segera menghubungi pihak berwenang dan meminta bantuan dari tenaga profesional.

Rekomendasi