Andai Juara Liga Eropa Ada Kemungkinan MU Tak Dapat Berlaga di Liga Champions, Ini Sebabnya

Manchester United berisiko tidak dapat berpartisipasi di Liga Champions musim depan, meskipun mereka berhasil meraih gelar juara Liga Europa 2024/2025.

Nurfahmi Budi
Oleh Nurfahmi Budi - Reporter
Andai Juara Liga Eropa Ada Kemungkinan MU Tak Dapat Berlaga di Liga Champions, Ini Sebabnya
Pemain Manchester United, Harry Maguire merayakan kemenangan atas Lyon dalam laga leg 2 perempat final Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (18/04/2025) WIB. (AFP (© 2025 Bola.com)

Manchester United berpotensi tidak bisa ikut serta di Liga Champions musim depan, meskipun mereka berhasil menjadi juara Liga Europa 2024/2025. Hal ini tentu saja mengejutkan, bukan?

Pertandingan final Liga Europa dijadwalkan berlangsung di stadion San Mames, Bilbao, pada pekan depan, di mana MU akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Sesuai dengan regulasi yang ada, tim yang keluar sebagai pemenang seharusnya mendapatkan tempat di fase grup Liga Champions untuk musim 2025/2026.

Namun, Manchester United kini menghadapi kendala terkait peraturan yang ditetapkan oleh UEFA. Kendala ini muncul akibat adanya kepemilikan ganda yang dimiliki oleh Sir Jim Ratcliffe. Dia memiliki 29 persen saham Manchester United dan bertanggung jawab atas pengelolaan tim besar Inggris ini. Dengan situasi ini, peluang MU untuk berpartisipasi di Liga Champions menjadi tidak pasti, meskipun mereka berhasil meraih gelar juara di Liga Europa.

Memiliki klub yang berbeda

Kabar Tak Enak untuk Fans MU: Meski Juara Liga Europa, Tetap Punya Kans Tak Bisa Tampil di Liga Champions, Lho Kok Bisa Ya
Pemain Manchester United, Harry Maguire merayakan kemenangan atas Lyon dalam laga leg 2 perempat final Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (18/04/2025) WIB. (AFP © 2025 Bola.com

Di sisi lain, Sir Jim juga memiliki klub Ligue 1, Nice. Saat ini, Nice berada di urutan keempat dalam klasemen Ligue 1. Dengan posisi tersebut, mereka berpeluang untuk melangkah ke babak kualifikasi Liga Champions 2025/2026.

UEFA telah menetapkan regulasi terkait kepemilikan ganda klub yang ikut serta dalam kompetisi yang sama. Aturan ini dirancang untuk menghindari konflik kepentingan antara klub-klub yang bersaing. Di masa lalu, dua klub yang dimiliki oleh pemilik yang sama dilarang untuk bertanding di kompetisi Eropa secara bersamaan. Namun, saat ini, UEFA mulai mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel.

Diskusi UEFA dan pemilik

Kabar Tak Enak untuk Fans MU: Meski Juara Liga Europa, Tetap Punya Kans Tak Bisa Tampil di Liga Champions, Lho Kok Bisa Ya
Pemain Manchester United, Harry Maguire merayakan kemenangan atas Lyon dalam laga leg 2 perempat final Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (18/04/2025) WIB. (AFP © 2025 Bola.com

UEFA melakukan evaluasi terhadap setiap kasus secara terpisah. Dengan cara ini, tidak ada lagi larangan yang bersifat universal yang diterapkan pada semua situasi. Sebagai contoh terbaru dari kebijakan ini adalah kasus Manchester City dan Girona. Kedua klub tersebut diizinkan untuk ikut serta dalam Liga Champions musim ini meskipun keduanya berada di bawah kepemilikan grup yang sama.

Diskusi antara Jim Ratcliffe dan UEFA telah berlangsung dengan intensif. Ratcliffe menyatakan bahwa kemungkinan Manchester United dilarang ikut berkompetisi sangat kecil. Ia juga menambahkan bahwa UEFA tidak memberikan tekanan yang berlebihan.

Menurutnya, UEFA hanya meminta agar ada pemisahan yang jelas antara personel kunci dari kedua klub tersebut. Ratcliffe menegaskan bahwa kepemilikan klub Nice tidak akan mengganggu partisipasi Manchester United di Liga Champions.

UEFA akan mengambil tindakan

Kabar Tak Enak untuk Fans MU: Meski Juara Liga Europa, Tetap Punya Kans Tak Bisa Tampil di Liga Champions, Lho Kok Bisa Ya
Pemain Manchester United, Harry Maguire merayakan kemenangan atas Lyon dalam laga leg 2 perempat final Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (18/04/2025) WIB. (AFP © 2025 Bola.com

UEFA akan mengambil tindakan jika ditemukan konflik signifikan. Selama kedua klub tetap beroperasi secara terpisah, larangan untuk berkompetisi tidak akan diberlakukan. Hal ini menunjukkan pentingnya adanya struktur manajemen yang berbeda antara kedua klub tersebut. Dengan menjaga pemisahan ini dengan baik, Manchester United tidak perlu khawatir kehilangan tempat di Liga Champions.

Ini menjadi perhatian utama bagi semua pihak yang terlibat, terutama para penggemar setia klub. Dengan mematuhi permintaan UEFA, diharapkan Manchester United dapat terus bersaing di level tertinggi tanpa adanya kendala. Kepatuhan ini akan memastikan bahwa klub tetap dapat berpartisipasi dalam kompetisi bergengsi tanpa menghadapi masalah yang dapat mengganggu performa mereka.

Sumber: SportBible, Mirror

Rekomendasi