Posisi Nathan Tjoe A-On dalam Timnas Indonesia berpotensi terancam. Hal ini disebabkan oleh minimnya waktu bermainnya di klub Swansea City. Pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang menggantikan Shin Tae-yong, telah menyatakan bahwa ia lebih memilih pemain yang rutin tampil di klub mereka. Kluivert tampaknya sangat menyadari keterbatasan waktu yang dimilikinya, mengingat bahwa pertandingan lanjutan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan dimulai pada 20 Maret 2025.
Pada saat itu, Skuad Garuda dijadwalkan untuk bertandang ke Australia. Oleh karena itu, menit bermain di klub menjadi sangat krusial bagi Kluivert dalam menentukan pemain mana saja yang akan dipanggil ke timnas.
"Itu jadi faktor pertimbangan, bukan hanya faktor talenta satu pemain," ungkap Patrick Kluivert saat acara perkenalan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dengan penekanan pada pentingnya performa klub, Kluivert menunjukkan bahwa ia ingin membangun tim yang solid dengan pemain yang siap berkompetisi. Hal ini juga mencerminkan pendekatan pragmatis yang diambilnya dalam membangun skuad, di mana keaktifan pemain di klub menjadi salah satu indikator utama. Dalam konteks ini, Nathan Tjoe A-On harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan menit bermain yang cukup agar tetap berada dalam radar pemilihan tim nasional.
Advertisement
Minimnya Menit Main di Swansea City
Nathan Tjoe-A-On kembali mengalami situasi serupa seperti musim lalu, di mana ia jarang mendapatkan kesempatan bermain. Dalam pertandingan terakhir Swansea City di Championship 2024/2025 melawan Cardiff City, yang berakhir dengan kekalahan 0-3, nama Nathan Tjoe-A-On tidak tercantum dalam susunan pemain.
Selain itu, pada saat Swansea City bermain imbang 1-1 melawan West Bromwich Albion FC, pelatih Luke Williams juga tidak menurunkannya ke lapangan. Bek berusia 23 tahun ini hanya bisa melihat dari bangku cadangan ketika timnya menghadapi Portsmouth dan mengalami kekalahan 0-4. Secara total, hingga pekan ke-27, Nathan yang lahir pada 22 Desember 2001 baru tampil dalam tiga pertandingan, terdiri dari dua laga di EFL Cup dan satu laga di Championship.
Advertisement
Persaingan
Ketatnya persaingan di lini belakang membuat Nathan Tjoe-A-On tidak terpilih untuk skuad utama. Luke Williams lebih memilih untuk mengandalkan Joshua Tymon, Harry Darling, Benjamin Cabango, dan Kyle Naughton sebagai empat bek utama dalam formasi 4-2-3-1.
Meskipun Nathan Tjoe-A-On memiliki kemampuan untuk bermain lebih ke depan sebagai gelandang, posisinya sudah dihuni oleh Matthew Grimes dan Jay Fulton. Di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, meskipun Nathan Tjoe-A-On jarang mendapatkan kesempatan bermain di klubnya, ia tetap menjadi salah satu andalan dan tumpuan di Timnas Indonesia.
Advertisement
Sumbangsih Terhadap Timnas Indonesia
Sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada pertengahan Maret 2024, Nathan Tjoe-A-On hampir selalu tampil dalam setiap pertandingan. Bahkan, ia beberapa kali dipercaya untuk masuk dalam susunan pemain inti. Keberhasilan Skuad Garuda melaju hingga babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia tidak terlepas dari kontribusi pemain yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah ini.
Namun, saat ini, suasana di ruang ganti Timnas Indonesia telah berubah. Sekarang, kepemimpinan tim sepenuhnya berada di tangan Patrick Kluivert. Kita semua tentu menantikan bagaimana perkembangan selanjutnya. Yang jelas, Timnas Indonesia sangat memerlukan sosok pemain berkarakter kuat seperti Nathan Tjoe-A-On.