Mengaku Awalnya Hanya Ikut-ikutan Teman, Mawar AFI Ungkap Alasan Kerap Lakukan Operasi Plastik

Mawar AFI ungkap alasannya memilih lakukan operasi plastik. Simak cerita selengkapnya!

Ana Safarotin Magfiroh
Oleh Ana Safarotin Magfiroh - Reporter
Mengaku Awalnya Hanya Ikut-ikutan Teman, Mawar AFI Ungkap Alasan Kerap Lakukan Operasi Plastik
Mengaku Awalnya Hanya Ikut-ikutan Teman, Mawar AFI Ungkap Alasan Kerap Lakukan Operasi Plastik (Merdeka.com)

Mawar AFI, salah satu artis yang melakukan hal tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama melakukan operasi plastik saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada saat tersebut, ia menjalani prosedur bedah plastik yang disebut Rhinoplasty, yang bertujuan untuk memperbaiki atau mengubah bentuk hidung.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mawar AFI mengungkapkan bahwa pada awalnya ia tidak bermaksud untuk merombak bentuk hidungnya saat melakukan Rhinoplasty, jadi itu terjadi secara tidak sengaja.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Awalnya, Mawar hanya menemani seorang teman yang ingin melakukan operasi, tetapi karena ada masalah pada bagian laring hidung Mawar AFI, ia juga ikut operasi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dia mengatakan bahwa pada saat itu dia menemani salah satu teman, sambil kebetulan dia juga mengalami masalah di laring hidung sebelah kiri.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Mawar mengungkapkan bahwa ia akhirnya setuju untuk menjalani operasi karena ada benjolan yang terdapat di hidungnya. Dia mengakui bahwa benjolan tersebut sering menyebabkan rasa sakit baginya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Jadi ada semacam polip atau benjolan, dan itu kalau misalkan saya lagi flu atau abis nangis, itu sakitnya bisa luar biasa, bahkan kalau tidur posisinya terlalu lama ke kiri, itu pas saya bangun bisa langsung migrain hebat sampai ke kuping, jadi setiap hari saya kasih obat untuk meredakan radang itu," paparnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Jadi kenapa saya melakukan operasi itu karena memang benar-benar sempit (di lubang hidung), jadi dibikin tulang kayak implan, tapi karena itu bukan dokter estetik, tapi dokter bedah rekonstruksi tulang, dan pas pertama kali saya melakukan operasi itu pada 2004, bentuknya kurang baguslah," pungkasnya.

Rekomendasi