Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau tak kuasa menahan tangisnya. Air matanya tumpah saat mengantarkan jenazah Epy Kusnandar ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (4/12). Ia hampir pingsan di tengah suasana mendung yang menyelimuti area pemakaman.
Para pelayat mengucapkan selamat tinggal kepada aktor sinetron Preman Pensiun ini. Karina terlihat sangat berduka sambil memeluk foto Epy Kusnandar yang telah meninggal di usia 61 tahun.
Epy Kusnandar berpulang di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta Timur pada Rabu (3/12). Suasana semakin haru ketika jenazahnya diturunkan ke liang lahad.
Putra Epy, Quentin Stanislavski, menunjukkan rasa hormat dengan turun ke liang lahad dan melantunkan azan serta ikamah di dekat jenazah ayahnya. Kesedihan Karina Ranau mencapai puncaknya ketika ia menaburkan bunga di atas pusara suami tercinta.
Dengan air mata mengalir, ia mengucapkan perpisahan yang penuh cinta. "I love you, Pi. Sampai ketemu lagi. Jangan berubah ya," ucap Karina Ranau.
Di tengah kesedihan, bintang film The Dark House itu sesekali memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam.
Advertisement
Istri mendiang Epy Kusnanda, Karina Ranau meminta maaf atas nama suaminya.
"Saya mewakili keluarga, sebagai istri yang menemaninya 22 tahun, mohon maaf kepada semua yang mengenal suami saya, yang mengenal Papi kami. Jika selama hidupnya ia punya salah, punya kata-kata atau lisan, atau sikap yang kurang berkenan (mohon dimaafkan)."
Advertisement
Karina Ranau merasa tidak ada pilihan lain selain merelakan dan mengirimkan doa agar Epy Kusnandar mendapatkan penerangan dalam perjalanan menuju keabadian.
"Mohon dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya, agar perjalanan beliau ke surgaNya Allah diberikan kelancaran. Amin," ujar Karina Ranau.
'Selama 22 tahun menjalani kehidupan berumah tangga, Karina menyatakan bahwa Epy Kusnandar bukan sekadar suami dan kepala keluarga yang arif, tetapi juga merupakan sahabat yang selalu siap mendengarkan keluh kesahnya.
Advertisement
Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mendengarkan keluh kesah orang lain dengan sepenuh hati. Epy Kusnandar adalah salah satu dari sedikit orang yang memiliki sifat tersebut. Setelah kepergian Epy Kusnandar, Karina Ranau merasakan kebingungan karena kehilangan teman untuk berbagi cerita.
"Papi, Mami bakalan cerita ke siapa lagi, Pi? Mami selama ini kan cerita ke Papi semua. Mami bingung mau cerita ke siapa, Pi. Papi pendengar terbaik buat Mami. Mami cerita apapun Papi pasti mendengarkan. Papi sudah baik banget sama Mami," keluhnya.
Setelah kepergian Epy, Karina merasa kehilangan yang mendalam. Dia merasa tidak ada lagi yang bisa diajak bicara tentang segala hal yang mengganggu pikirannya. Kehilangan seorang pendengar yang baik seperti Epy membuatnya merasa sepi dan bingung. Dia merindukan momen-momen ketika dia bisa berbagi cerita dan mendapatkan dukungan dari Epy. Tanpa kehadirannya, Karina merasa kesepian dan tidak tahu kepada siapa dia harus bercerita.