Nekat Akting Bareng Ular Demi Film Horor, Masayu Anastasia Akui Awalnya Jijik Kini Jadi Sayang

Kesan tak terlupa Masayu di film ini adalah harus berakting dengan ular sungguhan. Seperti apa kisah selengkapnya?

Bella Norrahmadani
Oleh Bella Norrahmadani - Reporter
Nekat Akting Bareng Ular Demi Film Horor, Masayu Anastasia Akui Awalnya Jijik Kini Jadi Sayang
Nekat Akting Bareng Ular Demi Film Horor, Masayu Anastasia Akui Awalnya Jijik Kini Jadi Sayang (Merdeka.com)

Nekat Akting Bareng Ular Demi Film Horor, Masayu Anastasia Akui Awalnya Jijik Kini Jadi Sayang

Masayu langsung setuju menerima semua tantangan karena peran sebagai sinden bernama Handini adalah sesuatu yang baru baginya.

"Awal mula aku terlibat film ini dengan melalui proses screentest dulu. Setelah dua minggu kemudian aku dipanggil bertemu sutradara untuk ngebahas kalau harus naik berat badan, interaksi dengan ular dan latihan menari untuk jadi Sinden,"

"Awal mula aku terlibat film ini dengan melalui proses screentest dulu. Setelah dua minggu kemudian aku dipanggil bertemu sutradara untuk ngebahas kalau harus naik berat badan, interaksi dengan ular dan latihan menari untuk jadi Sinden,"
Dok. Istimewa

kata Masayu ditemui di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2024).

"Ini buat aku suatu tantangan luar biasa yang belum pernah aku hadapi. Karena benar-benar all in one," lanjut wanita yang genap berumur 40 tahun ini. 

"Ini buat aku suatu tantangan luar biasa yang belum pernah aku hadapi. Karena benar-benar all in one," lanjut wanita yang genap berumur 40 tahun ini. 
Dok. Istimewa

Salah satu pengalaman tak terlupakan dari film 'PAKU TANAH JAWA' adalah ketika harus berakting dengan ular sungguhan. 

Salah satu pengalaman tak terlupakan dari film 'PAKU TANAH JAWA' adalah ketika harus berakting dengan ular sungguhan. 
Dok. Istimewa

Masayu Anastasia, selama proses reading sebelum syuting, mau tak mau mendekatkan diri dengan hewan reptil tersebut.

"Di film ini aku ada interaksi sama ular. Tadinya aku jijik banget sama ular, udah bilang ke sutradara juga kalau aku jijik. Cuma akhirnya saat reading demi totalitas, aku interaksi sama ular di tempat reading. Dan akhirnya aku sayang beneran sama ular itu," aku Masayu.

"Di film ini aku ada interaksi sama ular. Tadinya aku jijik banget sama ular, udah bilang ke sutradara juga kalau aku jijik. Cuma akhirnya saat reading demi totalitas, aku interaksi sama ular di tempat reading. Dan akhirnya aku sayang beneran sama ular it
Dok. Istimewa

Terdapat perbedaan antara ular yang digunakan saat reading dengan yang disiapkan di lokasi syuting. 

Terdapat perbedaan antara ular yang digunakan saat reading dengan yang disiapkan di lokasi syuting. 
Dok. Istimewa

Oleh karena itu, Masayu Anastasia harus kembali mendekatkan diri dengan ular tersebut.

Untungnya, ia bisa menguasai medan, sehingga semuanya berjalan lancar.

Untungnya, ia bisa menguasai medan, sehingga semuanya berjalan lancar.
Dok. Istimewa

Masayu berpendapat bahwa kunci utama saat memegang ular adalah tidak panik.

"Di lokasi syuting ularnya beda, tapi ya udahlah. Tipsnya sih kalau megang ular nggak boleh panik karena kalau dia tahu kita deg-degan, ularnya jadi agresif. Kalau kita tenang, dia tenang. Makanya di film terlihat ularnya tenang," ucap Masayu.

"Di lokasi syuting ularnya beda, tapi ya udahlah. Tipsnya sih kalau megang ular nggak boleh panik karena kalau dia tahu kita deg-degan, ularnya jadi agresif. Kalau kita tenang, dia tenang. Makanya di film terlihat ularnya tenang," ucap Masayu.
Dok. Istimewa
Rekomendasi