Ariyo Wahab Ceritakan Momen Menegangkan Dengarkan Rekaman Black Box di KNKT

Dalam film "Tukar Takdir," Purwanto yang diperankan Ariyo Wahab mengunjungi kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Wayan Diananto
Oleh Wayan Diananto - Reporter
Ariyo Wahab Ceritakan Momen Menegangkan Dengarkan Rekaman Black Box di KNKT
Jadi Purwanto dalam film Tukar Takdir, Ariyo Wahab datangi kantor Komite Nasonal Keselamatan Transportasi. Ia belajar mendengar rekaman black box. (© 2025 Liputan6.com)

Salah satu momen yang sangat berkesan bagi Ariyo Wahab terjadi ketika ia berperan sebagai Purwanto dalam film Tukar Takdir, yang disutradarai oleh Mouly Surya.

Dalam film ini, Purwanto menjabat sebagai Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi, yang lebih dikenal dengan singkatan KNKT. Cerita dalam Tukar Takdir berfokus pada tragedi kecelakaan pesawat, di mana hanya satu orang selamat, yaitu Rawa (Nicholas Saputra), yang berhasil bertahan hidup setelah bertukar kursi dengan penumpang lain sebelum pesawat lepas landas.

Untuk mendalami perannya sebagai Purwanto, Ariyo Wahab melakukan riset mendalam dengan mengunjungi kantor KNKT. Ia melakukan wawancara dengan Kepala KNKT dan mempelajari cara mendengarkan rekaman black box pesawat.

Pengalaman ini sangat menggugah perasaannya.

"Saya riset, datang ke Kantor KNKT ketemu sama kepalanya langsung. Saya bertanya, bagaimana cara ngomong ke awak media dan semua. Bagaimana mendengarkan kotak hitam atau black box. Jadi saya tahu suara ledakan seperti ini," ungkapnya.

Ini pekerjaan yang enggak mudah

Kesaksian Ariyo Wahab Setelah Belajar Mendengar Black Box Pesawat di Kantor KNKT, Bikin Merinding
Jadi Purwanto dalam film Tukar Takdir, Ariyo Wahab datangi kantor Komite Nasonal Keselamatan Transportasi. Ia belajar mendengar rekaman black box. © 2025 Liputan6.com

"Paling tidak saya tahu ledakan itu jatuhnya seperti apa. Saya pikir gila, ini pekerjaan yang enggak mudah. Lebih teknis, di kantor, mendengarkan semua yang ada dari suara orang, saksi, dari black box," ujar Ariyo Wahab di Gedung KLY Jakarta Pusat, aktor yang membintangi film Home Sweet Loan ini menjelaskan karakter Purwanto dengan tiga kata, yaitu sistematis, informatif, dan psikologis.

Ariyo Wahab menjelaskan bahwa memahami ledakan tersebut bukanlah hal yang sederhana. Dia merasa bahwa pekerjaan ini sangat teknis dan membutuhkan perhatian yang mendalam terhadap berbagai informasi yang tersedia.

Ia juga menekankan pentingnya mendengarkan suara dari saksi dan data dari black box untuk mendapatkan gambaran yang jelas. Dalam kesempatan tersebut, ia menggambarkan karakter yang ia perankan dalam film, Purwanto, dengan kata-kata yang mencerminkan sifatnya yang terstruktur dan memiliki kedalaman psikologis yang menarik.

Ariyo Wahab

Kesaksian Ariyo Wahab Setelah Belajar Mendengar Black Box Pesawat di Kantor KNKT, Bikin Merinding
Jadi Purwanto dalam film Tukar Takdir, Ariyo Wahab datangi kantor Komite Nasonal Keselamatan Transportasi. Ia belajar mendengar rekaman black box. © 2025 Liputan6.com

Selama ini, Ariyo Wahab tidak pernah merasa cemas saat terbang dengan pesawat. Kegiatan ngeband bersama The Dance Company telah membawanya terbang ke berbagai kota, sehingga ia terbiasa dengan situasi di dalam pesawat. Namun, pandangannya berubah setelah melakukan riset di KNKT.

"Mendengar rekaman black box itu lebih mengerikan sih daripada ke lapangan langsung. Ruangannya kecil, tapi mikrofon dan speaker-nya itu detail banget. Makanya saya jadi ngeri lagi naik pesawat," ujarnya dengan panjang lebar.

Pengalaman terbang yang sebelumnya dianggap biasa, kini menjadi hal yang menakutkan bagi Ariyo. Setelah mendalami rekaman yang berisi suara dari black box, ia merasakan ketidaknyamanan yang baru. Keterbatasan ruang di dalam pesawat, ditambah dengan detail suara yang jelas, membuatnya merasa lebih waspada.

"Mendengar rekaman black box itu lebih mengerikan sih daripada ke lapangan langsung," katanya.

Gantilah Takdir dengan Operasi Tinombala

Kesaksian Ariyo Wahab Setelah Belajar Mendengar Black Box Pesawat di Kantor KNKT, Bikin Merinding
Jadi Purwanto dalam film Tukar Takdir, Ariyo Wahab datangi kantor Komite Nasonal Keselamatan Transportasi. Ia belajar mendengar rekaman black box. © 2025 Liputan6.com

Ariyo Wahab merasa bersyukur dapat berperan dalam film Tukar Takdir, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 2 Oktober 2025. Film ini mengangkat tema yang jarang diangkat dalam industri perfilman Indonesia, yaitu kecelakaan pesawat serta bagaimana keluarga korban berusaha untuk berdamai dengan rasa duka yang mendalam.

Dalam sejarah perfilman Indonesia, film yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat sangat sedikit jumlahnya. Salah satu judul yang cukup dikenal adalah Operasi Tinombala, yang dirilis pada tahun 1974. Film ini mengisahkan tentang kejadian nyata jatuhnya pesawat Merpati di Gunung Tinombala pada tahun 1973.

"Kalau Operasi Tinombala setahu aku menceritakan bagaimana para penumpang yang selamat bertahan hidup setelah pesawat jatuh, dengan makanan apa dan sebagainya. Sementara itu, Tukar Takdir lebih fokus pada detail dan kronologi kejadian," ungkap Ariyo Wahab.

Jumlah produksi film Indonesia, berapa banyak? (Liputan6.com/Trie yas)
Jumlah produksi film Indonesia, berapa banyak? (Liputan6.com/Trie yas)
Rekomendasi