Luna Maya akan hadir untuk menyapa para penggemar film melalui karya terbarunya berjudul Gundik, yang disutradarai Anggy Umraba. Film ini mengusung genre campuran, menggabungkan elemen heist, horor, drama, serta sentuhan romantis dan komedi.
Meskipun belum ditayangkan, Gundik sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Dalam film ini, Luna Maya akan beradu akting dengan calon suaminya, Maxime Bouttier. Anggy Umbara menjelaskan proses pencarian aktor untuk film Gundik memakan waktu yang cukup lama.
"Pertama Agus Kuncoro dulu. Kami mau centralnya atau protagonisnya, perampok yang terbentur oleh kondisi. Mastermind-nya siapa, akhirnya dapat Agus Kuncoro. Itu paling pertama kami lock. Setelahnya, baru Nyai," ungkapnya.
Akhirnya, karakter Nyai pun jatuh ke tangan Luna Maya. Berikut ini fakta-fakta menarik di balik layar produksi film Gundik yang akan tayang di bulan Mei 2025, Kamis (24/4).
Advertisement
Berawal dari Traktiran Makan Sushi dari Luna Maya
Karakter Nyai yang dipercayakan kepada Luna Maya bermula dari sebuah percakapan yang terjadi saat mereka menikmati sushi di sebuah restoran Jepang di Jakarta. Dalam momen tersebut, Anggy Umbara menjadi tamu makan siang yang ditraktir oleh Luna Maya.
Sambil menikmati hidangan, mereka mendiskusikan peran yang akan diambil dalam film Gundik.
"Akhirnya saya memberanikan diri mengontak Luna Maya, kami bertemu dan makan sushi ditraktir Luna. Begitu dia oke, baru kami berani mengonfirmasi yang lain," ungkap Anggy Umbara di Gedung KLY Jakarta, beberapa waktu lalu.
Advertisement
Luna Maya Ingin Jadi Perampok di Film Gundik
Anggy Umbara memperkenalkan film Gundik yang mengusung genre heist-horor. Ketika mendengar hal tersebut, Luna Maya langsung membayangkan dirinya sebagai salah satu perampok yang beraksi di sebuah rumah mewah.
Dia merasa sangat antusias karena genre heist masih tergolong langka di dunia perfilman Indonesia.
"Wah seru ini, karena heist movie dan jarang ada di film Indonesia. Saya kadung senang. Yay aku jadi perampok. Saya sudah senang. Lalu, saya bertanya: Nggy, gue jadi siapa? Dia bilang saya jadi Nyai," ungkap Luna Maya dengan penuh semangat.
Advertisement
Bukan Peran yang Mudah
Tantangan yang dihadapi karakter Nyai tidaklah sedikit. Luna Maya mengaku meskipun memerankan Nyai lebih sulit, namun ada kepuasan tersendiri.
Penampilan fisik Nyai dirancang dengan kebaya dan gerak tubuh yang sangat khas.
"Bagaimana gerak-geriknya lebih enak mencarinya. Secara penjiwaan lebih susah. Dia sangat kelam, berada di dunia kegelapan. Dia setengah siluman, setengah manusia. Aku tidak punya referensi apa rasanya setengah siluman," ulasnya.
Advertisement
Momen Luna Maya dan Maxime Bouttier Adu Akting
Film ini mempertemukan Luna Maya dan Maxime Bouttier, meskipun interaksi antara keduanya tidak terlalu banyak. Cerita dimulai dari sekelompok pria yang melakukan perampokan di rumah yang salah. Keduanya hanya akan tampil dalam tiga hingga lima scene saja.
"Kami malah scene-nya enggak sebanyak itu. Paling cuma tiga, empat atau lima adegan. Kami enggak bertemu secara intens dalam adegan tapi setiap kali ketemu ada impak yang signifikan terhadap cerita film ini," ungkap Maxime Bouttier.
Advertisement
Bukan Proyek Pertama Bersama Luna Maya
Maxime Bouttier dan Luna Maya kembali berkolaborasi dalam film yang sama, meskipun ini bukan pengalaman pertama mereka. Sebelumnya, mereka pernah muncul sebagai kameo dalam sebuah film, meski tidak dalam adegan yang sama.
Selain itu, keduanya juga pernah bekerja bersama dalam beberapa serial televisi.
"Di layar kaca kayaknya ada empat proyek bareng, jadi aku sudah tahu bagaimana dia di lokasi syuting," ungkap Maxime Bouttier.
"Intinya aku happy kerja sama dengan Luna. Anggy juga. Aku ingin banget dari dulu bikin sesuatu dengan Anggy," ujarnya.
Advertisement
Adegan Mandi Darah hingga Dikubur
Ketika membahas tentang adegan dalam film horor, Luna Maya disebut yang terbaik. Ia tidak pernah ragu untuk tampil dengan tubuh berlumur darah, bahkan sampai dikubur hidup-hidup.
Dalam film Gundik, Luna Maya juga menyatakan bahwa ia akan "bermain-main" dengan darah. Tentu saja, darah yang digunakan adalah darah buatan.
"Darah (buatan yang digunakan) food grade, manis kan. Pepper mint rasanya, bisa di-request mau rasa apa. Kan ada darah-darah yang diperuntukkan di mulut, jadi harus food-grade. Biasanya dari madu atau gula," ungkap Luna Maya.