Inul Daratista mengenang kenangan yang telah lalui bersama almarhumah Titiek Puspa. Bagi Inul, Titiek bukan hanya sosok yang menginspirasi dalam karier, tetapi juga ia anggap sebagai figur ibu dan guru dalam hidupnya.
Salah satu pesan terakhir yang sangat berkesan bagi Inul nasihat dari Titiek Puspa yang hingga kini masih melekat dalam ingatannya. Mendiang berpesan agar Inul selalu rajin menabung.
"Kalau Eyang, 'ojo lali nduk urip wis enak, menabung', Itu aja sih yang terakhir," kata Inul Daratista saat berbicara di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, baru-baru ini.
"Jangan sampai susah-susah soalnya aku kan nggak bisa umurnya panjang, jadi aku nggak bisa nolongin kamu kalo ada apa-apa, jadi aku harus pinter-pinter nabung gitu," sambung Inul.
Dia mengungkapkan barang-barang tersebut bukan sekadar benda biasa, melainkan kenangan yang memiliki nilai emosional yang sangat tinggi.
"Pemberiannya Eyang aku simpen semua lah, gitu. Nggak akan aku apa-apain, ya kalau kangen dipake, gitu aja. Tapi kalau, apa namanya, mau diapa-apain, enggak, aku enggak ngapain-ngapain. Karena itu akan merubah jadi berbeda," tuturnya.
Advertisement
Ketika ditanyakan mengenai hadiah dari Titiek Puspa, Inul dengan cepat menjawab itu adalah emas. Ia menjelaskan emas tersebut melambangkan perhatian serta kebiasaan Titiek Puspa yang terkenal suka memberikan hadiah, terutama kepada orang-orang yang dekat dengannya.
"Apa ya, ya emas lah. Emas, dikasih emas. Eh, emas harganya naik. Alhamdulillah," kata Inul.
Advertisement
Selain Inul, ibunya juga mendapatkan hadiah dari Titiek Puspa. Salah satu hadiah yang paling diingat adalah gelang rantai besar yang diterima sekitar 23 tahun lalu, yang sekarang menjadi salah satu kenang-kenangan terpenting bagi mereka.
"Jadi, emak aku juga sedih ya. Padahal gelangnya itu dari pertama kali dikasih 23 tahun, itu dipake terus. ini kenangan-kenangan nggak bakal kujual. Pokoknya siapa pun ini gak bakalan tak jual. Ini kenangan dari Eyang'," pungkas Inul Daratista.