Kisah Andi /Rif Pilih Ngeband Dibandingkan Kerja di Bank Indonesia

Restu Triandy atau akrab disapa Andi yang merupakan vokalis band /Rif menceritakan tentang perjalanan kariernya sebelum terjun ke dunia musik. Siapa sangka, Andi nyaris menjadi seorang pegawai Bank Indonesia. Namun, kesempatan emas itu dilewatkannya begitu saja karena hasrat bermusiknya yang begitu tinggi.

Astri Agustina
Oleh Astri Agustina - Reporter
Kisah Andi /Rif Pilih Ngeband Dibandingkan Kerja di Bank Indonesia
Andi Rif. YouTube Catatan Si Buluk ©2020 Merdeka.com

Restu Triandy atau akrab disapa Andi yang merupakan vokalis band /Rif menceritakan tentang perjalanan kariernya sebelum terjun ke dunia musik. Siapa sangka, Andi nyaris menjadi seorang pegawai Bank Indonesia. Namun, kesempatan emas itu dilewatkannya begitu saja karena hasrat bermusiknya yang begitu tinggi.

Hal tersebut diceritakan oleh pria kelahiran Bandung, 12 Oktober 1968 silam itu dalam video di saluran YouTube Catatan Si Buluk dengan tajuk 'Andy /Rif Sang Womanizer #catatansibuluk' yang tayang 6 September 2020 lalu. Andi menceritakan tentang perjalanannya nyaris keterima menjadi pegawai Bank Indonesia.

Kata Andi, saat dulu dirinya sedang asyik bermain band karena baru terjun ke dunia musik, sang ibunda bicara mengenai kesempatan bekerja di Bank Indonesia. Kala itu, ada Paman Andi yang bekerja di sana dan meminta Andi untuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan. Andi pun mengikuti keinginan sang ibunda.

"Asik main band terus nyokap ngomong ada om di BI, tuh BI buka lowongan suruh si Andi ngelamar. Cobain ngelamar, bikin lah CV, ikut tes, tes nya di Bandung. Setelah itu lulus ikut tes selanjutnya di Surabaya karena ini untuk penempatan BI Malang. Terus lulus juga di sana," terang pria yang pernah didaulat menjadi Duta Pangandaran itu.

Sang kakak datang kepada Andi dan memberitahu bahwa dirinya lolos dalam tes masuk Bank Indonesia. Andi pun harus terbang ke Malang untuk melakukan interview dan ini menjadi langkah terakhir untuk Andi kerja di Bank Indonesia. Sang ibunda memberikan uang untuk Andi terbang ke Malang dan ia pun nurut keinginan sang ibunda.

"Akhirnya pas gua lagi main band lagi kakak gua datang.'Di, kamu besok harus ke surabaya', 'Ngapain?', 'Ada interview terakhir di Bank Indonesia katanya'. Jadi itu hanya persyaratan, kalau masuk interview itu pasti masuk lah katanya. Waduh mesti ke Surabaya ke Malang mikir sementara hati itu pengen main, main band lagi menggebu-gebu gila gilanya," jelasnya.

"Terus padahal honor main band dulu masih berapa, sekali manggung dibagi-bagi berlima. Waduh gak deh jadi pegawai bank. Dikasih duit beli tiket pesawat buat ke Surabaya. Zaman dulu beli tiket masih go show. Gua belok ke stasiun, gua beliin tiket kereta ke Surabaya, ke Malang pakai bis. Di jalan mikir, jadi pemain band, pegawai band, pemain band, pegawai bank," sambungnya.

Saat kereta yang ditumpanginya berhenti di Yogyakarta, Andi pun memutuskan untuk turun. Meskipun saat itu ia tak memiliki tujuan. Yang jelas, Andi tak mau jadi pegawai bank dan ingin menjadi pemain band sesuai dengan hasratnya yang menggebu-gebu kala itu. Ia pun mengabaikan interview terakhirnya di Malang.

"Kereta berhenti di Jogja, bawa turun barang semua di Jogja. Terus mikir mau ngapain di Jogja. Jalan kaki nyari nyari ke Malioboro lah keliling-keliling," jelasnya.

Setelah beberapa hari di Yogyakarta, Andi lalu pulang ke Bandung. Kepada sang ibunda, Andi mengatakan bahwa dirinya pergi ke Malang dan mengikuti interview terakhir. Namun keadaan berubah saat Paman nya dan mengatakan bahwa Andi tak ikut interview hingga dinyatakan gugur dalam seleksi karyawan Bank Indonesia. Andi terlihat keributan dengan sang ibunda.

"Om gua tau, ada surat panggilan gugur. Wah abis sama nyokap, kamu mau jadi apa. Gua jawab mau jadi pemain band. Akhirnya setelah pertengkaran itu, gua harus buktiin jadi pemusik," terang Andi.

Rekomendasi