Di setiap bulan Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komite Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan pemantauan pada program televisi.
Tahun ini sendiri sebanyak 15 stasiun TV dipantau oleh MUI dan KPI. Dalam pemantauan ini MUI menugaskan lima komisi untuk bekerja sama, yaitu Infokom, Fatwa, Dakwah, Kajian, dan Pendidikan.
Dalam pantauan ini terdapat beberapa acara dari beberapa stasiun TV yang dirasa menyimpang dari esensi Ramadan. Meski program-program ini diberi label Ramadan, namun MUI dan KPI menemukan banyak penyimpangan dari unsur isi dan gaya pembawaan tidak sejalan dengan spirit Ramadan.
Pesbukers ©Pesbukers ANTV
MUI merekomendasikan pada KPI untuk menyetop tayangan Ramadan yang tak sesuai antara lain: Ramadan di Rumah Uya, Brownis Sahur, Ngabuburit Sahur, Sahurnya Pesbukers, Pesbukers Ramadan. Deretan program ini memiliki muatan yang tak patut ditayangkan pada saat Ramadan.
Program di atas dinilai melampaui kepatutan dan kepantasan program Ramadan. Rekomendasi MUI ini bukan hanya dari pantauan tim juga mendengar masukan dari masyarakat. Menurut MUI, masyarakat juga nprogram-program Ramadan yang tak patut ini.
Selain mengkritik konten tayangan ini MUI juga mengkritik para mubaligh (pendakwah) yang tidak jelas rekam jejak dan integritasnya.
Menurutmu sendiri bagaimana dengan anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut?
Sumber: KapanLagi.com