Profil dan Jejak Prestasi Manny Pacquiao, Petinju Legendaris yang Hebohkan Warganet Karena Tampil di Netflix

Legenda tinju Manny Pacquiao kembali menjadi sorotan publik setelah diumumkan sebagai salah satu kontestan dalam reality show yang ditayangkan di Netflix.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Profil dan Jejak Prestasi Manny Pacquiao, Petinju Legendaris yang Hebohkan Warganet Karena Tampil di Netflix
Manny Pacquiao - Petinju asal Filipina ini memutuskan gantung sarung tinju tidak lama setelah menelan kekalahan dari petinju Kuba, Yordenis Ugas. Pacman yang telah bertinju selama 26 tahun se (© 2025 Liputan6.com)

Manny Pacquiao adalah sosok yang sangat dikenal dalam dunia olahraga. Petinju yang berasal dari Filipina ini telah menciptakan sejarah sebagai atlet pertama yang berhasil meraih gelar juara dunia di delapan divisi yang berbeda, sebuah prestasi yang belum pernah dicapai oleh siapa pun dalam sejarah tinju. Kecepatan, daya tahan, dan teknik bertarungnya yang sangat baik menjadikannya sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang masa.

Namun, saat ini, Pacquiao kembali menjadi sorotan bukan karena aksinya di ring, melainkan karena keputusannya untuk terlibat dalam sebuah acara yang diproduksi oleh Netflix. Pengumuman ini membuat banyak orang terkejut. Bagaimana mungkin seorang legenda tinju seperti Pacquiao berminat untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini?

Banyak orang yang merasa penasaran dengan motivasinya, sementara yang lainnya bertanya-tanya bagaimana kemampuan Pacquiao akan diuji dalam ajang yang memerlukan lebih dari sekadar keahlian bertinju. Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai keterlibatannya di Netflix, mari kita lihat kembali perjalanan panjangnya dari awal kariernya hingga ia menjadi ikon dalam dunia olahraga, seperti yang dirangkum oleh Merdeka.com pada Kamis (6/2).

Awal Kehidupan: Dulu Pekerja Konstruksi Manila ke Dunia Tinju

Manny Pacquiao lahir pada 17 Desember 1978 di Kibawe, Bukidnon, Filipina, dan tumbuh dalam situasi ekonomi yang sangat sulit. Sejak kecil, ia harus berjuang keras untuk membantu keluarganya. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, orang tuanya bercerai, dan ibunya harus membesarkan enam anaknya seorang diri.

Di usia 14 tahun, Pacquiao mengambil langkah besar dengan meninggalkan rumahnya dan pindah ke Manila untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Di ibu kota Filipina tersebut, ia menjalani kehidupan yang sangat keras sebagai anak jalanan, bekerja sebagai kuli bangunan dan sering kali melewatkan waktu makan agar bisa mengirimkan uang kepada ibunya.

Di tengah keterbatasan yang dihadapinya, tinju menjadi harapan terakhir bagi Pacquiao untuk mengubah nasibnya. Ia mulai berlatih di sebuah gym kecil dan berpartisipasi dalam berbagai pertandingan amatir di seluruh kota. Dengan catatan amatir 60--4, bakatnya semakin dikenal di kalangan penggemar tinju di Filipina. Pada akhirnya, pada Januari 1995, ia melakoni debut profesionalnya di usia 16 tahun sebagai petinju di kelas terbang junior.

Dominasi di Ring: Mencetak Sejarah sebagai Juara Dunia 8 Divisi

Dikutip dari boxrec.com, perjalanan karier profesional Manny Pacquiao mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan gaya bertarung yang agresif dan pukulan yang mematikan, ia dengan cepat mencapai puncak dunia tinju. Pada tahun 1998, Pacquiao berhasil meraih gelar juara dunia pertamanya di kelas terbang WBC setelah mengalahkan Chatchai Sasakul dalam sebuah pertarungan yang sangat mendebarkan.

Namun, itu hanyalah permulaan dari kesuksesannya yang luar biasa. Selama dua dekade berikutnya, Pacquiao terus mencatatkan prestasi yang mengesankan dengan meraih berbagai gelar juara di berbagai kelas.

  1. 2001-2008: Menjuarai kelas super bantam, bulu, dan super bulu, termasuk kemenangan penting melawan Marco Antonio Barrera dan Juan Manuel Márquez.
  2. 2008-2010: Mendominasi kelas ringan, welter junior, dan welter, dengan kemenangan legendaris atas Oscar De La Hoya dalam pertarungan yang dikenal sebagai "Dream Match".
  3. 2019: Menjadi juara dunia kelas welter tertua dalam sejarah, setelah mengalahkan Keith Thurman pada usia 40 tahun untuk meraih gelar WBA (Super).

Dengan total 62 kemenangan, 8 kekalahan, dan 2 hasil imbang, serta 39 kemenangan KO, Pacquiao tidak hanya diakui sebagai petinju terhebat dari Filipina, tetapi juga sebagai ikon tinju dunia yang telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.

Lebih dari Sekadar Petinju: Popularitas Global dan Kekayaan Fantastis

Keberhasilan Manny Pacquiao di arena tinju telah mengantarkannya menuju tingkat ketenaran yang sangat tinggi. Ia lebih dari sekedar petarung; Pacquiao merupakan sosok global yang memiliki pengaruh yang sangat besar. Pertarungannya melawan Floyd Mayweather Jr. pada tahun 2015 tercatat sebagai salah satu duel dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah, dengan total lebih dari $600 juta.

Menurut Forbes, ia pernah menduduki posisi sebagai atlet dengan bayaran tertinggi kedua di dunia pada tahun 2012 dan 2015, dengan penghasilan lebih dari $1,3 miliar dari 26 pertarungan bayar-per-tayang (PPV). Selain itu, Pacquiao juga pernah berada di urutan kedelapan sebagai atlet dengan pendapatan tertinggi sepanjang dekade 2010-an.

Di luar dunia tinju, Pacquiao juga aktif dalam industri hiburan. Ia telah membintangi beberapa film, merilis lagu, dan tampil dalam berbagai program televisi. Selain itu, ia dikenal sebagai seorang pengusaha dan dermawan yang terlibat dalam banyak kegiatan amal di Filipina.

Karier Politik: Dari DPR hingga Maju sebagai Capres Filipina

Setelah mencapai kesuksesan dalam karir tinjunya, Pacquiao beralih ke jalur politik. Pada tahun 2010, ia berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Filipina yang mewakili provinsi Sarangani. Enam tahun setelahnya, ia meraih kemenangan dalam pemilihan senatorial Filipina dan menjabat hingga tahun 2022.

Selama masa jabatannya sebagai senator, ia terlibat aktif dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial dan masyarakat. Pada tahun 2021, ia mengumumkan pencalonannya sebagai presiden Filipina, namun harus menerima kekalahan dalam pemilihan umum tahun 2022 dari Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr.

Selain terjun ke dunia politik, Pacquiao juga mendirikan Liga Bola Basket Maharlika Pilipinas dan terlibat dalam berbagai inisiatif olahraga serta bisnis di Filipina.

Keputusan Mengejutkan: Bergabung dengan Netflix

Dikutip dari Kapanlagi.com, pada tahun 2024, Manny Pacquiao kembali mengejutkan publik dengan keputusannya untuk bergabung dengan Netflix. Namun, apakah ia akan berakting dalam film? Ternyata, ia berpartisipasi dalam acara reality show berjudul 'Physical 100 Asia'. Dalam perannya sebagai peserta, Pacquiao akan menguji ketahanan fisik dirinya dan peserta lainnya melalui berbagai tantangan yang cukup berat.

Acara ini merupakan versi terbaru dari 'Physical 100' yang sebelumnya hanya melibatkan peserta dari Korea Selatan. Kini, dengan skala yang lebih luas mencakup seluruh Asia, kompetisi ini mempertemukan berbagai atlet serta tokoh terkenal, termasuk Pacquiao, yang kehadirannya langsung menarik perhatian publik.

Reaksi masyarakat pun beragam terhadap partisipasinya. Banyak yang merasa kagum dengan keberaniannya, sementara sebagian lainnya mempertanyakan alasan di balik keputusannya mengikuti kompetisi ini. Meskipun Pacquiao dikenal memiliki stamina yang luar biasa, ajang ini menantang lebih dari sekadar kekuatan fisik; ia juga menguji kemampuan strategi, kelincahan, dan ketahanan mental para pesertanya.

Beberapa warganet bahkan merasa terkejut dan memberikan komentar seperti "Huh?????" dan "Woah, kapan ini terjadi?".

People Also Ask

1. Mengapa Manny Pacquiao disebut legenda tinju?

Manny Pacquiao adalah satu-satunya petinju dalam sejarah yang memenangkan gelar juara dunia di delapan divisi berbeda, sebuah pencapaian yang belum pernah ada sebelumnya dalam dunia tinju profesional.

2. Apa yang membuat Manny Pacquiao bergabung dengan Netflix?

Pacquiao bergabung dalam 'Physical 100 Asia' untuk menguji batas kemampuannya di luar tinju serta menarik perhatian publik dalam format kompetisi fisik yang baru.

3. Berapa banyak gelar dunia yang dimenangkan oleh Manny Pacquiao?

Pacquiao telah memenangkan 12 gelar juara dunia utama di berbagai divisi, termasuk kelas terbang, bulu, ringan, hingga welter.

4. Apa pertandingan terbesar dalam karier Manny Pacquiao?

Pertarungan Pacquiao melawan Floyd Mayweather Jr. pada 2015 merupakan salah satu pertandingan terbesar dengan pendapatan mencapai $600 juta.

5. Apakah Manny Pacquiao masih aktif bertinju?

Pacquiao resmi pensiun dari tinju profesional pada 2021, tetapi ia masih mengikuti pertandingan eksibisi, termasuk debutnya di Super RIZIN 3 pada 2024.

Rekomendasi