Andien Aisyah begitu bangga pada sang adik, Diego. Soalnya, Diego telah berhasil menyelesaikan Marathon des Sables (MDS). Di mana kegiatan MDS merupakan ultramarathon tujuh hari dengan jarak sekitar 257 km yang rutin digelar setiap tahun di Maroko Selatan.
Lewat akun instagram pribadinya, Andien membagikan sederet potret Diego saat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku sangat bangga.
"He did it. Again and again. This time, 250 km (with barefoot sandals) across the Sahara. Yes, THAT Sahara 🌵 Iya, ini adikku @diegoyanuar .. Kali ini menuntaskan Marathon des Sables Legendary di Gurun Sahara yang katanya adalah “The Toughest Foot Race on Earth” 👣🌎 - konon ini sih ini semacam “hajatannya” pelari-pelari Ultra," ungkap Andien.
Advertisement
Andien dan Diego memang sama-sama suka olahraga. Namun, bagi Andien, adiknya terbilang sangat antik. Soalnya, Diego menjalani olahraga yang terbilang ekstrem. Ia pernah lari sejauh 170km dan juga bersepeda dari Amsterdam ke Indonesia.
"Akhir tahun lalu Diego bilang, “Doain bulan April gue mau lari di Sahara” .. Sebenernya dengan pengalaman dia lari di BTS 170K, dan bersepeda dari Amsterdam ke Jakarta beberapa tahun lalu., aku agak nggak heran dengan keantikan dan kemampuannya. Tapi.. Pake barefoot sandals banget, nih?," terang Andien.
"Walau udah hampir sewindu ini dia berlari ke mana pun dengan alas kaki barefoot, Gurun Sahara is another challenge. But he proved it anyway.. Finished tanpa blisters pakai @pyoppfledge Tapak Ultra barefoot sandals 😱👏🏻," sambungnya.
Advertisement
Diego sudah malang melintang ikut kegiatan marathon di berbagai negara. Namun, mengikuti Marathon des Sables di Gurun Sahara menjadi pengalaman yang sangat berbeda. Seperti yang diceritakan Diego ke Andien, Gurun Sahara memiliki energi mistis.
"Kata @diegoyanuar gurun itu energinya beda, energinya mistis banget. Kering, cuma ada pasir, batu, duri, matahari dan angin… Kalau siang suhunya bisa sampai 55 derajat, kalau malam dingin banget 0-2 derajat," ungkap Andien.
"Panitia MDS cuma nyediain tenda sama air minum. Peserta, tuh, bawa logistik larinya sendiri termasuk bahan makanan, kompor, dll. Di hari pertama, tas Diego beratnya 11 kilo 😨 Nggak kebayang bawa beban 11 kilo sambil lari-lari di pasir panas. Diego finish dalam 40 jam 44 menit," sambung dia.