Melly Goeslaw hingga Sal Priadi Dapat Royalti Ratusan Juta Rupiah dari WAMI dengan Skema Baru

Melly Goeslaw menerima royalti yang cukup besar dari WAMI dalam distribusi terbarunya.

Aditia Saputra
Oleh Aditia Saputra - Reporter
Melly Goeslaw hingga Sal Priadi Dapat Royalti Ratusan Juta Rupiah dari WAMI dengan Skema Baru
Penyanyi sekaligus pencipta lagu terkenal Tanah Air, Melly Goeslaw. (Dok. IST) (© 2025 Liputan6.com)

Wahana Musik Indonesia (WAMI) merupakan sebuah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang mewadahi lebih dari 5.000 pencipta dan penerbit musik. Baru-baru ini, WAMI telah memulai proses distribusi royalti untuk periode kedua tahun 2025, dengan total nilai bersih yang didistribusikan mencapai lebih dari Rp47 miliar.

Distribusi ini mencakup royalti dari pembayaran dan pelaporan penggunaan karya yang berlangsung dari Januari hingga April 2025, yang dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu digital, non-digital dan luar negeri.

Dalam distribusi terbaru ini, nama Melly Goeslaw kembali menjadi perhatian publik. Komposer dan penyanyi legendaris ini tercatat sebagai salah satu penerima royalti bersih terbesar dengan total mencapai Rp262 juta. Angka yang fantastis ini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu musisi paling produktif dan berpengaruh di industri musik Indonesia, di mana karyanya terus menghasilkan pendapatan yang signifikan.

President Director WAMI, Adi Adrian menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses distribusi royalti ini.

"Distribusi royalti, wujud tanggung jawab sebagai Lembaga Manajemen Kolektif dalam mengelola royalti para pencipta. Transparansi dan keadilan bukan hanya tanggung jawab, tetapi merupakan prinsip utama yang kami jaga untuk terus membangun kepercayaan publik dan ekosistem musik yang berkelanjutan," ungkap Adi Adrian, dikutip Senin (21/7).

Melly Goeslaw Kembali Terima Royalti Fantastis dari WAMI, Capai Ratusan Juta Rupiah
Penyanyi sekaligus pencipta lagu terkenal Tanah Air, Melly Goeslaw. (Dok. IST) © 2025 Liputan6.com

Sejak awal tahun ini, WAMI telah meluncurkan skema distribusi royalti yang lebih terstruktur. Kini, royalti dibagikan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November, untuk menciptakan aliran pendapatan yang lebih teratur dan dapat diprediksi bagi para pencipta lagu serta pemilik hak cipta.

Berbeda dengan sistem sebelumnya yang mencakup pembagian royalti minimum pada bulan Maret, distribusi saat ini tidak menerapkan ketentuan tersebut. Fokus utama dari distribusi kali ini adalah pada karya-karya yang telah dilaporkan dan dibayarkan berdasarkan penggunaan yang aktual, sehingga setiap pembayaran didasarkan pada data yang konkret.

Melly Goeslaw kembali membuktikan posisinya yang kuat dalam dunia musik Indonesia dengan meraih royalti bersih mencapai Rp262 juta pada periode distribusi kedua tahun 2025. Perolehan ini menempatkannya di antara komposer dengan pendapatan tertinggi dari WAMI, yang menunjukkan bahwa karya-karyanya tetap populer dan banyak diminati.

Selain Melly, terdapat beberapa nama terkenal lainnya yang juga mendapatkan royalti signifikan dalam distribusi kali ini, seperti Eross Candra dari Sheila On 7, Ade Nurulianto dari Govinda, Roby Satria dari Geisha, Roza Candra, Tri Suaka, dan Daniel Baskara Putra. Kehadiran mereka dalam daftar penerima royalti tertinggi mencerminkan keberagaman genre dan generasi yang diakomodasi oleh WAMI.

Menariknya, distribusi kali ini juga menunjukkan peningkatan yang signifikan bagi komposer muda seperti Sal Priadi, yang berhasil memperoleh royalti bersih sebesar Rp114 juta. Pencapaian ini menandakan potensi besar dari generasi baru komposer di Indonesia, yang semakin aktif dan karyanya terdokumentasi dengan baik dalam sistem WAMI.

Distribusi royalti oleh WAMI dilakukan berdasarkan penerimaan royalti dari lisensi serta laporan penggunaan lagu yang diberikan oleh para pengguna, bukan hanya berdasarkan waktu penggunaan karya. Dengan demikian, tidak semua penggunaan karya dalam rentang waktu Januari hingga April akan langsung terbayarkan dalam proses distribusi ini.

Besaran pembayaran sangat dipengaruhi oleh kelengkapan dan waktu penerimaan data serta pembayaran dari pihak pengguna. Apabila data atau pembayaran royalti diterima setelah periode tersebut, maka akan dialokasikan pada periode distribusi berikutnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua hak tercatat dan terbayarkan tepat waktu tanpa ada yang terlewat.

WAMI juga mencatat adanya variasi dalam jumlah royalti yang diterima oleh beberapa komposer, termasuk penurunan yang terjadi pada penerimaan dari luar negeri. Fenomena ini menunjukkan bahwa jumlah royalti bersifat dinamis dan sepenuhnya bergantung pada frekuensi serta konteks penggunaan karya di ruang publik.

Sehingga penting bagi para pencipta lagu untuk melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap penggunaan karya mereka. Hal ini tidak hanya untuk memastikan hak mereka terpenuhi, tetapi juga untuk memahami tren dan pola yang terjadi dalam industri musik.

Rekomendasi