Bobon Santoso merasa kecewa dengan kejadian terkait rendang seberat 200 Kg yang diinisiasi Willie Salim. Sebagai seorang kreator konten yang sering melakukan kegiatan memasak dalam skala besar untuk masyarakat, Bobon menilai kurangnya persiapan dari Willie Salim telah menyebabkan acara tersebut tidak terlaksana dengan baik.
Bobon Santoso mengungkapkan ia sering menerima pesan dari masyarakat Palembang, Sumatra Selatan, setelah insiden rendang 200 Kg tersebut. Mereka percaya bahwa Bobon mampu menyelenggarakan acara serupa dengan lebih baik.
"Kecewa pastinya, karena banyak DM dari orang-orang Palembang meminta kita untuk ke Palembang dan masak-masak," ungkap Bobon Santoso saat ditemui di Kawasan Condet, Jakarta Timur, pada Senin (24/3).
"Mereka percaya dengan kita hadir dan masak-masak, kegiatan yang seperti dilaksanakan itu dapat terlaksana dengan baik. Tidak seperti yang ada di video," katanya.
Advertisement
Kurang Persiapan
Bobon Santoso mengungkapkan kurangnya persiapan menyebabkan acara yang diorganisir Willie Salim tidak berjalan dengan lancar. Menurutnya, ada banyak aspek yang perlu diperhatikan karena acara tersebut melibatkan banyak orang.
"Mungkin WS datang ke sebuah lokasi tidak menyurvei. Biasanya kita survei dulu dinamika di lapangan seperti apa. Dan dengan alat-alat yang menurut kita tidak proper, akhirnya timbullah kejadian seperti itu," tambah Bobon Santoso.
Advertisement
Banyak Kejanggalan
Willie Salim menginisiasi konten masak dalam skala besar, namun terdapat berbagai kejanggalan yang mencolok. Dari eksekusi yang kurang tepat hingga keputusan untuk meninggalkan masakannya sejenak, hal ini menjadi sorotan. Bobon Santoso mengungkapkan,
"Banyak yang bilang personel yang disebutkan enggak sesuai dengan yang disebutkan Willie Salim," Bobon Santoso.
Advertisement
Pesan untuk Konten Kreator
Bobon Santoso memberikan imbauan kepada para konten kreator untuk lebih berhati-hati saat membuat konten, khususnya yang melibatkan banyak orang. Ia menekankan bahwa memasak dalam jumlah besar bukanlah hal yang sederhana dan memerlukan komitmen yang tinggi.
"Kalau mau masak besar tentunya harus mau capai, harus mau sakit-sakitan. Jadi tidak bisa main tinggal karena itu sangat berbahaya. Apalagi berinteraksi dengan ratusan masyarakat. Kalau mau masyarakat besar bekerja dengan hati," ucap Bobon Santoso.