Intip Persiapan Tya Airestya Siapkan Segala Kebutuhan Anak-Anak Sebelum Berangkat Haji

Perjalanan haji yang dilakukan oleh Tya Ariestya dan suaminya menarik perhatian publik, terutama karena mereka harus meninggalkan anak-anak di rumah.

Fikri Alfi Rosyadi
Oleh Fikri Alfi Rosyadi - Reporter
Intip Persiapan Tya Airestya Siapkan Segala Kebutuhan Anak-Anak Sebelum Berangkat Haji
Tya Ariestya Tinggalkan Anak Selama Ibadah Haji, Pastikan Semua Kebutuhan Terpenuhi (Tya Ariestya Tinggalkan Anak Selama Ibadah Haji, Pastikan Semua Kebutuhan Terpenuhi)

Keberangkatan haji Tya Ariestya dan suaminya menarik perhatian publik, terutama karena mereka harus meninggalkan anak-anak mereka di rumah. Ini merupakan pengalaman pertama bagi Tya untuk tidak bersama buah hati dalam waktu yang cukup lama.

"Alhamdulillah, anak-anak tidak ada yang rewel. Saya lebih berperan sebagai pendamping karena ini adalah kali pertama saya meninggalkan mereka lebih dari tiga hari. Biasanya, saya hanya bisa meninggalkan mereka selama tiga hari, itu pun sudah menjadi waktu yang paling lama," ungkap Tya Ariestya ketika ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Meskipun anak-anak menunjukkan sikap pengertian, Tya tetap mempersiapkan segala kebutuhan mereka selama ia dan suami berada di Tanah Suci. Terlebih, beberapa waktu lalu, anak-anak sempat mengalami sakit.

"Saya akan meninggalkan anak-anak cukup lama, jadi saya lebih fokus pada persiapan. Kemarin, anak saya juga sempat sakit. Selain itu, anak saya yang paling kecil juga mengalami demam. Saya lebih menyiapkan pesan untuk mereka, 'kalau ada apa-apa, ini dokter yang bisa dihubungi'," jelasnya.

Tya menyadari selama pelaksanaan ibadah haji, ia mungkin tidak dapat menghubungi anak-anaknya secara rutin. Oleh karena itu, ia memilih untuk menjelaskan situasi tersebut kepada mereka secepat mungkin.

"Kadang-kadang kan kita namanya ibadah kan nggak selamanya bisa pegang handphone, yang penting mereka udah tahu tahapan-tahapannya, lebih ke situ aja," ungkapnya.

Selama Tya dan suaminya berada di luar negeri, anak-anak akan dirawat oleh anggota keluarga terdekat. Tya merasa lebih tenang karena orang-orang yang ia percayai telah berkumpul di rumah untuk menjaga anak-anaknya.

"Terus semua dikumpulkan di rumah, kayak mamah kan udah pasti ada di rumah, terus mama mertua udah tinggal di rumah juga biar bisa gantian jagain sama mama, terus adik ipar udah aku, 'udah di rumah aja ya semuanya'," jelasnya.

Anak-anak Tya menunjukkan sikap yang sangat mendukung keputusan ibunya untuk menjalankan ibadah haji tanpa menetapkan syarat tertentu. Mereka memahami bahwa haji merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, sehingga tidak ada alasan bagi Tya untuk merasa ragu.

"Enggak sih, alhamdulillah sih karena mereka tahu kenapa sih bunda harus haji? Karena kan kita kasih tahu kalau haji itu wajib bagi yang mampu. Bunda sama ayah udah mampu, jadi bunda harus datang dulu, bunda dapat undangan dari Allah," ungkapnya.

Selain itu, Tya juga meminta doa dari anak-anaknya agar mereka bisa menyusulnya ke Tanah Suci di masa depan. Ia berharap agar ibadah haji ini tidak hanya menjadi pengalaman pribadi, tetapi juga menginspirasi keluarganya untuk mengikuti jejaknya.

"Udah gitu aku minta doanya mereka supaya mereka juga dapat undangan dari Allah supaya bisa berangkat juga," katanya. Dengan harapan ini, Tya ingin menanamkan nilai-nilai spiritual dalam diri anak-anaknya agar mereka memahami pentingnya beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Rekomendasi