Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana mencatat sebanyak 280 fasilitas kesehatan terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatra.
"Untuk di Provinsi Aceh itu sebesar 141, kemudian di Sumatera Utara adalah 67, dan di Sumbar adalah 72 unit. Sehingga secara keseluruhan 280," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Amran dalam konferensi pers di Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (29/1).
Amran menyampaikan, secara status fungsional, seluruh fasilitas kesehatan di tiga provinsi tersebut tetap beroperasi untuk melayani masyarakat terdampak bencana.
"Kemudian kondisi status fungsional, seluruh faskes, rumah sakit dan puskesmas dalam kondisi fungsional," katanya.
Advertisement
Namun demikian, terdapat dua puskesmas di Aceh yang saat ini masih melaksanakan pelayanan kesehatan di luar gedung akibat kerusakan fasilitas.
"Ini untuk yang di Aceh kecuali Puskesmas Lokop, yaitu di Desa Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur. Ini pelayanan dilakukan di luar gedung," ujar Amran.
Selain itu, pelayanan di Puskesmas Jambur Lak-lak, yang berlokasi di Desa Jambur Lak-lak, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, juga masih dilakukan di luar gedung.
"Artinya berfungsi tapi masih di luar gedung," kata Amran.
Advertisement
Sementara itu, di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, seluruh fasilitas kesehatan terdampak telah dilaporkan berfungsi dengan baik dan melayani masyarakat secara normal.
"Nah, untuk Provinsi Sumut dan Sumbar seluruh faskes terdampak telah dilaporkan berfungsi dengan baik," ujarnya.