Akibat Abrasi Retina Satu Mata Tidak Berpungsi, Dewi Yull Selalu Bersyukur

Penyanyi Dewi Yull mengungkapkan bahwa saat ini ia hanya dapat mengandalkan satu mata untuk melihat.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Akibat Abrasi Retina Satu Mata Tidak Berpungsi, Dewi Yull Selalu Bersyukur
Konser amal jadi cara Dewi Yull menggalang dana ke Palu dan Donggala. (instagram/dewiyullofficial) (© 2025 Liputan6.com)

Penyanyi dan aktris senior Dewi Yull berbagi cerita mengenai kondisi penglihatannya yang kini hanya bergantung pada satu mata.

Mata kanannya tidak berfungsi akibat minus tinggi yang telah dideritanya selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, Dewi Yull tidak merasa berputus asa; ia malah bersyukur masih memiliki mata kiri yang dapat melihat dengan baik. Menurutnya, ia merasakan banyak nikmat yang diberikan Tuhan, dan hingga saat ini, ia masih bisa menjalani berbagai aktivitas, termasuk bekerja.

“Mata aku tinggal satu yang berfungsi, tinggal yang kiri. Alhamdulillah tetap disyukuri. Artinya masih ada kan, masih bisa bekerja, masih bisa bermanfaat,” ungkap Dewi Yull saat dijumpai di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/7/2025).

"Jadi hidup itu enggak boleh mengeluh. Semua kita dibawa happy, dibawa apa yang membuat kita bahagia. Apa nikmat yang sudah banyak Allah kasih. Jadi kalau cuma satu, ah masih ada yang satu," dia menambahkan.

Dengan semangat positif ini, Dewi Yull menunjukkan bahwa meskipun dalam keterbatasan, ia tetap berusaha untuk bersyukur dan menjalani hidup dengan penuh makna.

Dewi Yull Tetap Bersyukur Meski Satu Matanya Tak Berfungsi Akibat Abrasi Retina, Begini Kronologinya
Konser amal jadi cara Dewi Yull menggalang dana ke Palu dan Donggala. (instagram/dewiyullofficial) © 2025 Liputan6.com

Dewi Yull mengungkapkan bagaimana kondisi mata kanannya semakin memburuk hingga tidak bisa berfungsi. Ia mulai merasakan adanya keanehan dalam penglihatannya pada tahun 2023, di mana mata kanannya memiliki minus 25 dan mata kirinya minus 19.

"Jadi waktu tahun 2023, keluar cairan gelembung di dalam, kayak air gelembung, kayak balon. Lama-lama kok dari air putih jadi kuning, makin pekat. Malam tuh sudah gelap, yang kanan. Langsung ke UGD, rumah sakit mata," jelasnya.

Dalam situasi yang mendesak, Dewi Yull segera menjalani operasi untuk mengatasi masalah tersebut.

Setelah menjalani prosedur, ia baru menyadari bahwa dokter telah memasang silikon di mata kanannya. Meskipun penglihatannya sudah tidak berfungsi, silikon tersebut berfungsi untuk mendeteksi cahaya. Dengan demikian, ia berharap dapat memperoleh kembali sebagian fungsi penglihatannya di masa depan. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Dewi Yull, yang kini lebih menghargai kesehatan matanya dan pentingnya penanganan medis yang cepat.

Dewi Yull menjelaskan pengalamannya setelah menjalani operasi dengan total bius. "Karena dibius total, pas bangun operasinya sebentar, tapi pas bangun saya, rupanya sudah dikasih silikon yang kanan. Jadi ada cahaya, masih bisa lihat cahaya. Cahaya saja," ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa saat itu, ia merasa masih bisa melihat cahaya meskipun baru saja menjalani prosedur.

Menurut penjelasan dari dokter, Dewi Yull mengalami abrasi retina, yang merupakan kondisi di mana retina terlepas dari bola mata. Hal ini disebabkan oleh bentuk bola mata yang terlalu cembung, terutama pada individu dengan gangguan penglihatan minus yang tinggi.

"Karena itu sudah tanda-tanda akan ada pelepasan. Jadi retinanya abrasi. Jadi lepas dari mata, biji mata itu. Karena dia kalau minus tinggi kan katanya cembung, jadi lepas," ia menambahkan. Ini menjadi perhatian penting bagi semua yang memiliki masalah serupa agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Dewi Yull menyatakan bahwa ia tidak merasakan gejala yang menyakitkan terkait dengan kondisi matanya. Ia hanya menyadari adanya gelembung yang perlahan-lahan membesar dan mengganggu pandangannya.

"Saya enggak ada rasa apa-apa, tiba-tiba ada gelembung di dalam saja. Dari enggak kelihatan normal-normal. Kayak gelembung air makin besar, makin besar. Warnanya makin pekat dari yang bening sampai gelap," ungkap Dewi Yull.

Ia kemudian memberikan peringatan kepada masyarakat mengenai kondisi ini.

"Jadi hati-hati kalau sudah ada gelembung di dalam mata. Untuk masyarakat Indonesia yang punya minus tinggi, cepat-cepat langsung ke dokter mata, ke UGD," imbaunya.

Peringatan ini sangat penting agar orang-orang yang mengalami gejala serupa tidak menunda untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Kesadaran akan kondisi mata yang tidak biasa dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksakan kesehatan mata secara rutin.

Rekomendasi