Pasangan selebriti Jennifer Bachdim dan Irfan Bachdim baru saja menyelesaikan tantangan mendayung kano sejauh 14 kilometer dari Sanur menuju Nusa Dua, Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari acara amal yang bertujuan untuk membantu sesama.
Mereka membagikan pengalaman menegangkan tersebut melalui media sosial, lengkap dengan cerita suka dan duka yang mereka alami di tengah laut. Perjalanan yang awalnya dipenuhi semangat tersebut berubah menjadi ujian berat saat mereka berada di tengah laut terbuka.
Jennifer mengalami mabuk laut yang cukup parah hingga harus muntah beberapa kali. Sementara Irfan dengan sigap mengambil alih kendali kano di tengah ombak yang besar.
"Setelah kami setengah jalan saya merasa sangat mabuk laut, saya harus muntah beberapa kali dan Irfan harus mengambil alih dan terus mendayung," tulis Jennifer dengan jujur mengenai pengalamannya.
Perjuangan mereka tidak hanya terfokus pada menyelesaikan lomba, tetapi juga menunjukkan arti kebersamaan dan ketahanan sebagai pasangan. Irfan tampak sabar mendayung sambil memastikan bahwa kondisi Jennifer tetap aman, meskipun jarak ke garis finish masih cukup jauh.
Setiap kilometer yang mereka lalui menjadi bukti kekompakan yang tidak mudah goyah meski harus menghadapi ombak yang menerjang. Senyum lebar yang terpancar dari wajah mereka menjadi simbol pencapaian yang luar biasa, bukan hanya untuk fisik, tetapi juga untuk hubungan mereka.
Berikut rangkuman aksi Jennifer dan Irfan Bachdim saat canoeing yang dirangkum oleh Liputan6.com dari Instagram @jenniferbachdim, pada Minggu(13/4).
Advertisement
Jennifer terlihat antusias saat mengenakan pelampung berwarna cerah dan topi hitam sporty di awal perjalanan dari Pantai Sanur.
Advertisement
Ketika ombak besar muncul di kilometer ketiga, Irfan mulai mendayung lebih giat untuk menjaga stabilitas kano, sementara Jennifer mulai merasa lemas.
Advertisement
Jennifer mengalami mabuk laut yang parah dan muntah beberapa kali, tetapi dia tetap bertahan dan tidak meminta untuk berhenti.
Advertisement
Irfan sepenuhnya mengendalikan kano dan terus memberikan semangat kepada Jennifer yang tampak kesulitan selama setengah perjalanan.
Advertisement
Jennifer menjelaskan ombak yang tinggi dan garis finis yang tampak jauh membuat mereka ragu untuk menyelesaikan perlombaan.
Advertisement
Setelah menghadapi berbagai rintangan, mereka berdua akhirnya sampai di Nusa Dua dengan penuh kebanggaan. Jennifer dan Irfan mengangkat tangan mereka di atas pasir pantai sebagai simbol keberhasilan.
Advertisement
Jennifer menceritakan ia terinspirasi oleh seorang peserta muda berusia 13 tahun yang sukses menyelesaikan rute seorang diri dan menyebutnya sebagai "juara sejati."