REI Beberkan Dampak Pelemahan Rupiah ke Sektor Properti, Termasuk Mengancam Program 3 Juta Rumah
Joko juga mengingatkan dampak pelemahan rupiah terhadap sektor logistik yang berpotensi memberikan tambahan biaya.
Asosiasi pengembang properti dan perumahan atau Real Estate Indonesia (REI) mengingatkan ancaman pelemahan nilai tukar rupiah terhadap angka penyerapan rumah subsidi, termasuk program 3 juta rumah yang diusung oleh pemerintah.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan, kurs rupiah yang loyo turut memberikan tekanan kepada perusahaan manufaktur di sektor industri padat karya yang punya pinjaman dalam dolar Amerika Serikat (AS), atau suplai bahan bakunya berasal dari luar negeri.
"Kalau pada batas tertentu, waktu tertentu, taruh 3 bulan, 6 bulan kan mungkin mereka masih bisa nahan. Tapi kalau setelah itu kan, itu menjadi sesuatu yang agak bahaya kan," ujar Joko saat ditemui di Jakarta, Senin (18/5).
Joko juga mengingatkan dampak pelemahan rupiah terhadap sektor logistik yang berpotensi memberikan tambahan biaya. Pelemahan daya beli masyarakat pun tak luput dari pantauannya, lantaran berpotensi membuat angka penyerapan rumah ikut terhambat.
"Jadi kalau dolar ini semakin tinggi, atau pelemahan rupiah ini, maka juga mengancam terhadap daya beli. Yang kedua juga mendorong kenaikan biaya. Dan itu sama-sama tidak bagus terhadap program 3 juta rumah ini, khususnya untuk penyerapan FLPP (KPR bersubsidi)," tuturnya.
Di sisi lain, ia menilai penjualan rumah komersil untuk kelompok menengah atas cenderung lebih tidak terdampak, lantaran punya daya dukung lebih tinggi. Namun, Joko siaga atas menurunnya penyerapan rumah subsidi dari kelompok menengah bawah.
Terlebih, ia mencatut fenomena pergeseran kelas menengah yang mencapai angka 10 juta orang. Merujuk pada menyusutnya populasi kelas menengah di Indonesia dari 57,3 juta pada 2019 menjadi 47,2 juta pada 2024.
"Nah sekarang pun relatively juga belum ada perubahan. Kalau dulunya mantab, makan tabungan kan, sekarang ini ada kecenderungannya makan dari utang, ini bahaya," tegas dia.
Stok Material Aman 3 Bulan
Lebih lanjut, Joko bersyukur banyak pengembang sudah menyetok meterial untuk beberapa bulan ke depan. Sehingga, pelemahan rupiah untuk saat ini belum begitu berdampak pada sektor properti.
"Untuk sementara ini belum signifikan, karena persediaan bahan-bahan di kami itu sudah banyak. Jadi barang-barang sudah kita stok," ungkap dia.
"Mungkin ini akan berdampak terhadap 2-3 bulan akan datang. Otomatis kan stok pabrik akan beda dia kan. Ya otomatis harga pasar juga naik," kata Joko.