Program Sigana Cekatan Pertamina: Perkuat Ekonomi Warga dan Kesiapsiagaan Bencana
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan meluncurkan Program Sigana Cekatan, sebuah inisiatif unik yang tidak hanya menguatkan ekonomi masyarakat tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan bencana karhutla.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Kali ini, mereka memperkuat ketahanan ekonomi warga melalui Program Sigana Cekatan. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan sekaligus kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Program tersebut dijalankan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan. Bantuan disalurkan kepada Kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barokah Syamsudin Noor (BSN). Langkah ini merupakan bagian dari upaya terintegrasi antara pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesiapsiagaan bencana.
Program Sigana Cekatan secara khusus menyoroti isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian nasional di wilayah Kalimantan. Pertamina berupaya mendorong masyarakat menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana. Hal ini dilakukan dengan memberikan dukungan sarana budidaya perikanan sebagai sumber pendapatan alternatif.
Sigana Cekatan: Sinergi Ekonomi dan Kesiapsiagaan Bencana
Program Sigana Cekatan Pertamina merupakan upaya terintegrasi antara pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Fokus utamanya adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi isu nasional di Kalimantan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat peran masyarakat. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana. Ini adalah langkah strategis dalam mitigasi risiko.
Bantuan yang disalurkan meliputi 15 sak pakan ikan gurame dan bibit gurame unggul. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi budidaya milik kelompok BPK BSN di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru. Dukungan ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi.
Melalui dukungan budidaya ikan ini, anggota BPK didorong untuk mengembangkan usaha sebagai sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan. Hal ini penting agar mereka tidak hanya bergantung pada aktivitas utama penanggulangan kebakaran. Keberlanjutan ekonomi menjadi kunci utama.
Dampak Jangka Panjang dan Komitmen Berkelanjutan Pertamina
Edi Mangun menambahkan bahwa penguatan ekonomi merupakan faktor krusial dalam mendukung kesiapan personel di lapangan. Dengan adanya sumber penghasilan tambahan, para anggota BPK dapat lebih fokus. Mereka bisa optimal dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka.
Program Sigana Cekatan juga dilengkapi dengan pendampingan dan monitoring berkala. Tujuannya adalah memastikan bantuan dimanfaatkan secara efektif dan memberikan dampak jangka panjang bagi kelompok penerima. Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan nasional penanganan karhutla.
Kesiapan sumber daya manusia di tingkat komunitas menjadi kunci dalam mitigasi bencana, menurut Edi. Pertamina berkomitmen untuk terus menghadirkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor berupaya menciptakan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Program ini juga memperkuat sinergi antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ini adalah respons komprehensif terhadap risiko bencana di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews