Pengumuman Rebalancing MSCI Buat IHSG Anjlok, OJK Pastikan Tak Ada Panic Selling
Hasan mengatakan, hingga pengamatan pukul 10.00 WIB, tidak ada saham terdampak rebalancing yang mengalami auto rejection bawah (ARB).
Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), OJK memastikan aktivitas perdagangan saham masih berlangsung normal dan belum menunjukkan adanya aksi panic selling dari investor.
Hasan mengatakan, hingga pengamatan pukul 10.00 WIB, tidak ada saham terdampak rebalancing yang mengalami auto rejection bawah (ARB).
"Hari ini kalau kita cermati tadi sampai pukul 10.00 terkonfirmasi ada penurunan indeks. Tapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar dan sebagai konsekuensi reaksi dari rebalancing. Jadi, ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus, katakanlah, upaya menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian," kata Hasan dalam Konferensi Pers Pengumuman Rebalancing MSCI, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/5).
Selain itu, frekuensi transaksi, volume perdagangan, dan nilai transaksi juga dinilai masih berada dalam kisaran normal dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.
"Jadi, masih dalam batasan koreksi yang rentang yang wajar.Kemudian, tadi frekuensi dan volume serta nilai transaksi juga cukup baik. Secara rata-rata tidak ada perbedaan normal dibandingkan hari-hari sebelumnya," ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas pasar, OJK juga masih mempertahankan sejumlah kebijakan stabilisasi seperti izin buyback saham tanpa RUPS, penundaan implementasi short selling hingga September 2026, serta kebijakan trading halt berjenjang jika terjadi penurunan tajam pasar.
OJK menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar bersama seluruh Self Regulatory Organization (SRO) dan siap menerbitkan kebijakan tambahan apabila dibutuhkan guna menjaga stabilitas pasar modal nasional.
Rebalancing MSCI Dinilai Jadi Koreksi Jangka Pendek
OJK menilai tekanan yang terjadi pasca pengumuman MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek dari reformasi integritas pasar modal yang tengah dijalankan regulator.
Hasan menyebut proses pembenahan pasar memang dapat memunculkan 'short term pain' berupa penyesuaian harga saham yang terdampak oleh perubahan komposisi indeks global.
"Apa yang dilakukan secara struktural ini tentu akan setidaknya memiliki implikasi jangka pendek berupa, katakanlah, penurunan dan reaksi penyesuaian harga-harga saham yang terdampak. Sehingga istilah short term pain gitu ya, bahwa kita akan harus menghadapi katakanlah, tingkat penurunan di jangka pendek ini tentu menjadi konsekuensi yang sudah kita perhitungkan dan perkirakan sejak awal," pungkasnya.