Target Dedi Mulyadi: Masalah Infrastruktur di Jabar Rampung di 2027, Tiap Desa Punya Saham Bank di 2028
Tantangan infrastruktur di desa saat ini ialah kurangnya tokoh yang paham soal tata ruang.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menargetkan proses penyelesaian masalah infrastruktur di kabupaten/kota hingga tingkat desa selesai pada tahun 2027. Untuk itu, dia pun berencana menggulirkan program ‘Nganjang ka Warga’ juga menyasar masalah yang terjadi di tingkat desa.
"Jadi itu yang akan kita lakukan, dan saya sudah punya pemetaan, seluruh infrastruktur desa itu selesai di 2027. Proses itu kabupaten, kota, desa selesai di 2027,” ujarnya di Gedung Sate, Bandung, Selasa (26/8).
Dia menambahkan, tantangan infrastruktur di desa saat ini ialah kurangnya tokoh yang paham soal tata ruang. Selain itu, dia juga mengatakan masih terbatasnya orang-orang dengan kompetensi terkait penyelesaian masalah di desa lainnya, seperti lingkungan hingga hutan.
Hal ini, kata dia berbeda dengan zaman dulu, ketika tokoh adat dapat jadi figur dalam mengurusi kebutuhan dan masalah di sekitar lingkungannya, bahkan tanpa anggaran.
"Bayangkan saja, orang tua kita dulu bisa membuat sawah di desa-desa loh, tanpa anggaran. Bisa membangun jalan tanpa anggaran, bisa membuat selokan tanpa anggaran. Nah sekarang yang sudah ada anggarannya, kenapa kalah sama tokoh-tokoh yang orang tua kita dulu,” ujar dia.
Ketokohan Desa Harus Dihidupkan Kembali
"Nah sehingga sekarang di desa harus dihidupkan kembali ketokohan, yang tokoh itu menjadi inspirasi pembangunan," imbuhnya.
Di sisi lain, dia juga mengatakan bahwa di tahun depan, pemerintah provinsi akan mulai mengurus masalah sosial yang dialami desa-desa. Terkait ini, dia pun berencana mendistribusikan dana desa dalam bentuk saham di bank BJB pada 2028.
"Pada 2028-2029 saya sudah ingin Pemprov itu membagi saham kepada desa, yaitu saham di perbankan. Jadi saya ingin ke depan, saya nggak tahu mekanismenya lagi kita cari, misalnya bank Jabar," kata dia.
"Nah nanti desa itu menjadi bagian dari pemilik saham di bank Jabar. Jadi uang yang kita distribusikan ke desa itu nanti dibelikan saham, rencana saya begitu,” imbuhnya.